Sedan Premium Rp385 Juta Ini Dibuat Khusus Armada, BYD Siapkan Merek Linghui

Sistem bantuan mengemudi menjadi salah satu daya tarik utama Linghui e9. Sedan premium dari merek baru BYD ini dibekali “God’s Eye” dengan 26 sensor presisi tinggi, sehingga diarahkan untuk mendukung kebutuhan armada modern yang menuntut kenyamanan dan kemudahan operasional.

Kemampuan sistem tersebut mencakup radar gelombang milimeter, kamera HD multi-view, dan radar ultrasonik. Dalam mode Highway Navigation On Autopilot atau HNOA, mobil ini dapat membantu masuk dan keluar jalur secara otomatis, menyalip, berpindah lajur, melewati tikungan besar, menjaga lajur, hingga menghindari rintangan.

Untuk parkir, Linghui e9 juga menyediakan sembilan skenario. Fitur itu meliputi parkir vertikal, horizontal, diagonal, parkir jarak jauh, dan valet otomatis, sehingga paket teknologinya terasa lengkap untuk kendaraan yang dipakai intensif.

Di balik perangkat bantu berkendara itu, BYD menempatkan Linghui e9 sebagai model perdana dari merek Linghui yang memang diarahkan ke armada taksi, ride-hailing, dan kendaraan dinas pemerintah. Strategi ini memperlihatkan bahwa BYD tidak hanya menyasar pasar konsumen ritel, tetapi juga segmen bisnis yang membutuhkan efisiensi dan biaya operasional terjaga.

Secara tampilan, Linghui e9 mengusung wajah depan bergaya bisnis yang disebut “Glistening Galaxy”. Bagian depannya dilengkapi grille matriks “Crystal Star” dan lampu LED “Ice Soul” yang memberi efek pencahayaan dinamis saat kendaraan dibuka.

BYD menyediakan dua pilihan warna eksterior, yaitu Ink Black dan Cloud Smoke Grey. Dimensinya mencakup panjang 4.995 mm, lebar 1.910 mm, tinggi 1.495 mm, serta wheelbase 2.920 mm.

Di sektor penggerak, sedan ini memakai motor listrik tunggal dengan tenaga maksimum 135 kW atau sekitar 181 hp. Torsi yang dihasilkan mencapai 250 Nm dan disiapkan untuk kebutuhan operasional armada yang memerlukan respons stabil.

BYD menawarkan dua opsi baterai untuk model ini. Varian 60,5 kWh diklaim mampu menempuh 535 km, sedangkan varian 64,3 kWh punya jarak tempuh 605 km, dan keduanya memakai Blade Battery generasi kedua BYD.

Model ini juga didukung teknologi Flash Charging, yang menjadi nilai penting untuk kendaraan dengan ritme pakai tinggi. Dukungan pengisian cepat seperti ini sejalan dengan karakter penggunaan armada yang kerap menuntut waktu henti sesingkat mungkin.

Masuk ke kabin, Linghui e9 memakai palet warna Amber Brown eksklusif. Interiornya juga mendapat dasbor berlapis kulit dan tuas transmisi elektronik di kolom kemudi.

Fokus utama ruang dalamnya ada pada kenyamanan penumpang belakang. Fasilitas yang disiapkan meliputi layar sentuh multifungsi untuk kontrol iklim independen, kaca privasi, sunroof panoramik, pengisian daya nirkabel cepat 50W, dan dukungan kunci seluler NFC.

Bagasi 485 liter menambah sisi praktis sedan ini untuk perjalanan bisnis maupun layanan transportasi premium. Dengan kombinasi itu, Linghui e9 diposisikan sebagai sedan listrik premium yang bukan hanya efisien, tetapi juga menawarkan nuansa lebih tenang dan berkelas.

Harga awalnya ditetapkan 150.800 yuan atau sekitar Rp385 juta. Dengan banderol tersebut, BYD menempatkan Linghui e9 sebagai paket yang menggabungkan standar premium, bantuan mengemudi aktif, dan efisiensi pengisian daya cepat dalam satu model untuk kebutuhan armada.

Berita Terkait