Selat Hormuz disebut akan kembali dibuka sepenuhnya untuk pelayaran komersial mulai Jumat 19 Juni. Kabar itu langsung menarik perhatian pasar karena jalur ini menjadi salah satu urat nadi pasokan minyak dunia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan harapan tersebut setelah kesepakatan awal perdamaian dengan Iran disebut telah ditandatangani. Ia menilai pembukaan kembali jalur strategis itu bisa menekan harga minyak dan menguatkan pasar saham.
Memori penutupan yang mengguncang energi global
Penutupan Selat Hormuz sebelumnya mengganggu pasar energi dan komoditas dunia. Dampaknya terasa hingga ke Amerika Serikat, termasuk lonjakan harga gas dan meningkatnya kekhawatiran inflasi menjelang pemilihan paruh waktu pada November.
Jalur sempit antara Iran dan Oman itu penting karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melewatinya sebelum perang. Karena itu, setiap perubahan status selat ini hampir selalu memicu reaksi cepat di pasar internasional.
Isi kesepakatan awal yang dibahas
Trump mengatakan draf nota kesepahaman dengan Iran kemungkinan akan dirilis setelah Jumat 19 Juni. Menurut dia, peresmian kesepakatan itu akan dilakukan di Swiss.
Ia juga menegaskan bahwa Selat Hormuz harus bebas dari pungutan biaya. Pada saat yang sama, Trump menyatakan tidak akan mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran sebelum negara itu memenuhi kewajibannya.
Proses teknis belum dianggap selesai
Seorang pejabat senior AS yang berbicara secara anonim menyebut lalu lintas di Selat Hormuz kecil kemungkinan kembali normal dalam dua pekan. Pejabat itu juga mengatakan pembicaraan teknis akan berlangsung selama 60 hari setelah kesepakatan awal diteken.
Menurut pejabat tersebut, memorandum itu telah ditandatangani Trump, Wakil Presiden AS J.D. Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf yang memimpin delegasi negosiasi Iran dengan AS. Vance juga menyampaikan kepada ABC News bahwa perjanjian awal itu ditandatangani secara digital pada Minggu.
Fokus negosiasi masih soal nuklir dan jalur pelayaran
Washington berharap ketentuan pembukaan jalur air sempit itu selama 60 hari tanpa pungutan tol masuk ke dalam perjanjian akhir dengan Teheran. Di sisi lain, Trump menegaskan isu utama tetap sama, yakni Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Setelah pengumuman penghentian permusuhan dan pembukaan kembali rute maritim, ia juga menyoroti pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Dari pihak Iran, pejabat setempat mengatakan tidak akan memungut biaya tol bagi kapal yang melintas.
Namun, mereka masih bersikeras pada pungutan untuk keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan, sehingga masa depan Selat Hormuz tetap bergantung pada detail kesepakatan yang sedang dibahas kedua pihak.
Source: www.viva.co.id






