Pemijahan lobster air tawar di dalam bak tidak cukup hanya mengandalkan tempat yang tersedia. Keberhasilan justru banyak ditentukan sejak tahap awal, yaitu saat indukan dipilih dan ruang kawin disiapkan dengan benar.
Kesalahan pada dua tahap itu dapat membuat proses budidaya tidak berjalan optimal. Karena itu, peternak perlu lebih teliti sebelum memasukkan indukan ke bak pemijahan.
Indukan yang dipakai sebaiknya sudah siap pijah, dengan usia minimal 6 bulan dan panjang tubuh setidaknya 10 cm. Bentuk tubuh yang ideal juga menjadi syarat penting agar indukan cukup matang secara fisik untuk masuk ke fase perkawinan.
Pada indukan betina, ciri yang perlu diperhatikan ialah ukuran kepala yang lebih kecil daripada badan. Bobot rata-ratanya sekitar 64,73 gram, dengan alat kelamin normal berupa lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah, serta usia minimal 4-7 bulan.
Indukan jantan memiliki tanda yang berbeda. Kepala jantan cenderung lebih besar daripada badan, bobot rata-ratanya 62,79 gram, dan ada garis merah pada capit.
Ciri lain pada jantan adalah munculnya bercak warna merah pada capit sebelah luar. Tanda-tanda ini membantu peternak membedakan pasangan indukan agar pemijahan bisa berlangsung lebih terarah.
Setelah pasangan dipilih, bak pemijahan perlu dilengkapi tempat persembunyian. Ukurannya harus disesuaikan dengan panjang tubuh indukan dan jumlah betina yang dipelihara.
Tempat persembunyian itu dapat dibuat dari pipa paralon berdiameter 2 inci dengan panjang 20 cm. Ukuran tersebut masih bisa disesuaikan lagi dengan kondisi indukan agar proses kawin terasa lebih nyaman.
Penataan ruang tidak boleh diabaikan karena lobster membutuhkan ruang yang memadai saat berkembang biak. Jika bak terlalu padat, proses pemijahan bisa kurang optimal dan kondisi indukan lebih sulit dikendalikan.
Dalam metode perkawinan massal, kepadatan dibatasi maksimal 25 pasang per meter persegi. Aturan ini membantu menjaga ruang gerak indukan tetap cukup selama pemijahan berlangsung.
Proses pemijahan di dalam bak biasanya dilakukan selama 2-3 minggu sampai perkawinan terjadi. Dengan seleksi induk yang tepat dan ruang kawin yang tertata, budidaya lobster air tawar menjadi lebih terarah sejak awal.







