Selisih harga sembako di Jawa Timur pada 7 Mei 2026 kembali memperlihatkan betapa cepat biaya belanja rumah tangga bisa berubah hanya karena pilihan komoditas. Di satu pasar, perbedaan antara beras, minyak goreng, protein hewani, hingga bumbu dapur dapat membuat total belanja harian bergeser cukup jauh.
Data yang tercatat di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok menunjukkan rentang harga yang masih lebar di berbagai kebutuhan pokok. Kondisi ini membuat pembeli di pasar perlu lebih teliti sebelum menentukan barang yang masuk ke keranjang belanja.
Protein hewani memberi jarak harga paling mencolok
Kelompok lauk menjadi salah satu yang paling terasa bedanya bagi rumah tangga. Daging sapi paha belakang tercatat Rp 124.438 per kilogram, jauh di atas daging ayam ras yang berada di Rp 35.522 per kilogram.
Pada daging ayam kampung, harga berada di Rp 69.092 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras tercatat Rp 26.183 per kilogram dan telur ayam kampung mencapai Rp 45.560 per kilogram.
Rentang harga ini menunjukkan bahwa pilihan sumber protein dapat langsung menentukan besar kecilnya pengeluaran dapur. Keluarga yang biasa mengandalkan lauk hewani tentu perlu menyesuaikan menu dengan harga harian di pasar.
Minyak goreng dan beras tetap jadi titik utama belanja
Di kelompok beras, harga premium tercatat Rp 14.837 per kilogram, sedangkan beras medium berada di Rp 12.984 per kilogram. Selisih ini mungkin terlihat kecil di satuan harga, tetapi bisa terasa saat pembelian dilakukan dalam jumlah yang lebih besar.
Minyak goreng juga menampilkan variasi yang jelas. Minyak goreng curah dibanderol Rp 20.576 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp 21.714 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 18.436 per liter, dan Minyakita Rp 16.360 per liter.
Bagi rumah tangga, dua komoditas ini sering menjadi dasar belanja harian. Karena itu, perubahan harga pada beras dan minyak goreng biasanya cepat memengaruhi total biaya di dapur.
Cabai dan bawang ikut mengatur ritme pengeluaran
Biaya masak harian juga sangat dipengaruhi oleh bumbu dapur. Cabai merah keriting tercatat Rp 38.976 per kilogram, cabai merah besar Rp 41.735 per kilogram, dan cabai rawit merah berada di Rp 60.815 per kilogram.
Pada kelompok bawang, bawang merah tercatat Rp 37.821 per kilogram dan bawang putih Rp 29.556 per kilogram. Dua komoditas ini kerap menjadi penentu cepat atau lambatnya kenaikan biaya masak di rumah.
Perubahan kecil pada cabai dan bawang sering langsung terasa saat transaksi berlangsung. Karena itu, banyak pembeli perlu menyesuaikan jumlah belanja dengan harga yang sedang berlaku di pasar.
Susu, garam, dan elpiji melengkapi daftar kebutuhan
Selain bahan pokok utama, harga juga tercatat untuk susu, garam, dan gas elpiji. Susu kental manis merek Bendera berada di Rp 12.430 per 370 gram/kl, sementara Indomilk tercatat Rp 12.444 per 370 gram/kl.
Untuk susu bubuk, merek Bendera tercatat Rp 41.961 per 400 gram/dos dan Indomilk Rp 41.126 per 400 gram/dos. Di sisi lain, garam bata berada di Rp 1.800, garam halus Rp 9.370 per kilogram, dan gas elpiji Rp 19.840.
Rangkaian harga tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan pokok di Jawa Timur masih bergerak dinamis pada awal Mei. Bagi pembeli di pasar, daftar harga per 7 Mei 2026 dapat menjadi pegangan untuk memilih barang yang paling sesuai dengan prioritas belanja rumah tangga.
Source: jatim.akurat.co






