Selisih terbesar antara Galaxy S26 Plus dan Galaxy S25 Plus justru tidak terletak pada desain atau layar, melainkan pada performa dan beberapa peningkatan kecil yang terasa di pemakaian harian. Meski begitu, Galaxy S25 Plus masih tetap menarik karena menawarkan paket yang sangat dekat dengan harga awal yang lebih rendah.
Di atas kertas, Galaxy S26 Plus memang tampil lebih cepat. Pada versi Exynos 2600, ponsel ini mencatat 2.459.298 poin di AnTuTu 10, 10.982 poin di Geekbench 6, dan 7.138 poin di 3DMark Wild Life, sementara Galaxy S25 Plus meraih 2.133.477, 9.669, dan 6.340 poin.
Kelebihan itu juga terlihat pada performa berkelanjutan. Selisih hasil pengujian berada di kisaran 13% untuk CPU dan GPU, lalu sekitar 15% pada skor gabungan AnTuTu 10.
Namun, peningkatan tersebut tidak langsung membuat Galaxy S26 Plus menjadi pilihan paling rasional untuk semua orang. Samsung masih menempatkan Galaxy S26 Plus dalam dua jalur chipset, sedangkan Galaxy S25 Plus memakai Snapdragon 8 Elite for Galaxy di semua pasar.
Pada Galaxy S26 Plus, pasar Eropa dan Korea Selatan mendapat Exynos 2600, sementara pasar AS, China, dan Jepang memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Versi Exynos 2600 menarik karena dibuat dengan proses 2nm, sedangkan Snapdragon 8 Elite pada Galaxy S25 Plus dibuat dengan proses 3nm.
Baterai dan pengisian tidak jauh berbeda
Kedua perangkat sama-sama memakai baterai 4.900 mAh dan layar yang serupa. Tetapi pengujian menunjukkan Galaxy S26 Plus sedikit lebih tahan, terutama saat penelusuran web dan streaming video.
Galaxy S25 Plus justru unggul tipis saat dipakai untuk panggilan 4G. Meski begitu, skor Active Use Galaxy S26 Plus tetap lebih tinggi secara keseluruhan.
Untuk pengisian daya, jaraknya nyaris tidak terasa. Keduanya mendukung pengisian 45W lewat Power Delivery, dengan Galaxy S26 Plus mencapai 38% dalam 15 menit, 69% dalam 30 menit, dan penuh dalam 61 menit.
Galaxy S25 Plus sedikit lebih cepat, yakni 42% dalam 15 menit, 75% dalam 30 menit, dan penuh dalam 59 menit. Selisih dua menit itu praktis membuat pengalaman pengisian keduanya terasa hampir sama.
Desain, layar, dan bodi masih sangat akrab
Secara fisik, dua ponsel ini hampir kembar. Dimensinya sama, yaitu 158.4 x 75.8 x 7.3 mm, dengan bobot masing-masing 190 gram.
Samsung juga mempertahankan rangka Armor Aluminum 2, Gorilla Glass Victus 2 di depan dan belakang, serta sertifikasi IP68. Perubahan yang paling mudah terlihat ada pada modul kamera dan pilihan warna, dengan Galaxy S26 Plus tampil lebih kalem dan lebih serius.
Ada satu catatan praktis pada desain baru itu. Tonjolan kamera Galaxy S26 Plus membuat perangkat ini lebih mudah bergoyang saat diletakkan di permukaan datar.
Layarnya pun nyaris tidak berubah. Keduanya memakai panel LTPO OLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1440 x 3120 piksel, sementara tingkat kecerahannya juga sangat dekat.
Galaxy S26 Plus mencatat 1.498 nits, sedangkan Galaxy S25 Plus berada di 1.449 nits. Selisihnya kecil dan sulit dianggap sebagai alasan utama untuk memilih salah satu di antaranya.
Kamera mendapat sentuhan halus, bukan lompatan besar
Samsung tidak mengubah sistem kamera belakang secara besar-besaran. Galaxy S26 Plus memakai sensor utama baru Isocell GNG, yang disebut sebagai pembaruan dari GN3 generasi sebelumnya dengan resolusi 50MP dan ukuran optik sekitar 1/1.56 inci.
Kamera telefoto keduanya sama-sama memakai sensor berukuran 1/3.94 inci, meski model sensornya berbeda. Kamera ultrawide pada dasarnya tetap sama dan masih tanpa autofocus.
Perubahan paling terasa ada di kamera depan. Seluruh lini Galaxy S26 memakai lensa selfie 23mm, lebih lebar daripada 25-26mm pada model sebelumnya.
Dalam foto siang hari, hasil kamera utama 1x dan 2x dari kedua ponsel sangat mirip. Galaxy S26 Plus cenderung memberi detail sedikit lebih halus dan warna yang sedikit lebih jenuh, terutama di area hijau.
Pada zoom 3x dan ultrawide siang hari, perbedaannya makin tipis. Saat cahaya rendah, Galaxy S26 Plus umumnya sedikit lebih baik di kamera utama karena tampil lebih terang dan lebih bersih.
Mode malam otomatis maksimum pada Galaxy S26 Plus juga sempat menunjukkan pergeseran warna. Mode malam khusus di model lama disebut lebih konsisten, sedangkan Galaxy S26 Plus memerlukan Camera Assistant untuk mengaktifkan mode malam mandiri.
Audio dan video ikut menentukan
Dari sisi suara, speaker Galaxy S25 Plus tercatat lebih nyaring. Galaxy S26 Plus menawarkan karakter yang lebih hangat dan lebih dalam, tanpa menekan vokal maupun frekuensi menengah.
Untuk perekaman video, keduanya sama-sama mendukung 4K60 di semua kamera dan 8K30 di kamera utama. Galaxy S26 Plus menambahkan Horizon lock stabilization serta dukungan LUT saat merekam dalam Log.
Dalam penggunaan nyata, kualitas video siang hari hampir setara. Pada malam hari, kamera ultrawide dan kamera utama Galaxy S26 Plus terlihat lebih tajam, tetapi kamera telefoto Galaxy S25 Plus justru memberi hasil yang lebih baik.
Pada akhirnya, harga menjadi pembeda yang paling kuat. Di Eropa, selisih keduanya berada di kisaran €100-200 berdasarkan penawaran retailer pihak ketiga.
Di AS, Galaxy S25 Plus sulit ditemukan di luar kanal resmi Samsung, dengan harga $1,000 di toko resmi Samsung. Galaxy S26 Plus dijual $1,100 di toko yang sama, meski retailer seperti Amazon disebut menawarkan kisaran $850.
Source: www.gsmarena.com





