Selisih Kecil, Pilihan Makin Sulit, Galaxy A57 Sangat Dekat Dengan S25 FE

Selisih harga sekitar $180/€150/INR 9,000 membuat Galaxy A57 dan Galaxy S25 FE sama-sama terlihat masuk akal, tetapi justru itu yang membuat pilihan jadi tidak sederhana. Di satu sisi, Galaxy A57 menawarkan harga lebih rendah dengan baterai yang lebih awet dan bodi yang lebih ringan, sementara Galaxy S25 FE membawa fitur kelas atas yang sulit diabaikan.

Perbedaan paling besar sebenarnya bukan pada rasa dasar perangkat, melainkan pada tenaga yang dibawa keduanya. Galaxy A57 memakai Exynos 1680 4 nm, sedangkan Galaxy S25 FE mengandalkan Exynos 2400 4 nm yang berada di kelas flagship.

Dampaknya langsung terlihat di hasil benchmark. Galaxy A57 mencatat AnTuTu 10 sebesar 1.001.995, Geekbench 6 sebesar 4.411, dan 3D Mark Wild Life 1.742, sementara Galaxy S25 FE mencapai AnTuTu 10 sebesar 1.748.449, Geekbench 6 sebesar 6.948, dan 3D Mark Wild Life 4.226.

Kesenjangan itu membuat S25 FE sekitar 58 persen lebih cepat di CPU dan hampir 2,5 kali lebih kuat di GPU. Skor AnTuTu-nya juga unggul 74 persen, sehingga ponsel ini jelas lebih cocok untuk pengguna yang ingin performa tinggi.

Meski begitu, Galaxy A57 tidak terasa tertinggal jauh dalam pemakaian harian. Kedua perangkat sama-sama berada di jalur desain yang mirip, dengan ukuran A57 161,5 x 76,8 x 6,9 mm dan bobot 179 gram, sedangkan S25 FE berukuran 161,3 x 76,6 x 7,4 mm dengan bobot 190 gram.

Secara fisik, A57 memang lebih tipis dan lebih ringan. Namun, material yang dipakai keduanya setara karena sama-sama membawa Gorilla Glass Victus+ di depan dan belakang, rangka aluminium, serta sertifikasi IP68.

Hal yang sama juga terlihat pada layar. Samsung membekali keduanya dengan panel OLED 6,7 inci 120Hz beresolusi 1080 x 2340 piksel dan kerapatan 385 ppi, sehingga tidak ada perbedaan besar yang terasa dari sisi tampilan.

Kecerahan puncaknya pun nyaris identik. Galaxy A57 mencapai 1259 nits, sedangkan Galaxy S25 FE mencatat 1247 nits, jadi panel bukan alasan kuat untuk naik kelas ke model yang lebih mahal.

Di sektor daya, Galaxy A57 justru lebih meyakinkan. Ponsel ini membawa baterai 5000 mAh dan mencatat hasil lebih baik pada pengujian browsing web dan streaming video, sehingga Active Use Score-nya lebih tinggi.

Galaxy S25 FE memang unggul untuk panggilan 4G, tetapi secara umum A57 tetap lebih tahan lama. Kemungkinan, konsumsi daya S25 FE lebih besar karena chipset-nya lebih bertenaga.

Pengisian dayanya tetap sama cepat. Keduanya mendukung fast charging 45W lewat Power Delivery, dan hasil pengujiannya juga sangat berdekatan.

Galaxy A57 terisi 36 persen dalam 15 menit, lalu 64 persen dalam 30 menit. Galaxy S25 FE mencatat 63 persen dalam 30 menit dan selesai penuh dalam 70 menit, sementara A57 butuh 69 menit untuk penuh.

Di sini S25 FE punya satu keuntungan penting yang tidak dimiliki A57. Model ini mendukung wireless charging dan reverse wireless charging, sedangkan Galaxy A57 tidak.

Kamera utama mirip, fleksibilitas berbeda

Untuk kamera utama, keduanya sama-sama memakai sensor 50MP dengan ukuran 1/1.56 inci. Kamera ultrawide juga serupa, sama-sama 12MP 1/3 inci tanpa autofocus, dan kamera depan keduanya punya karakter yang sangat dekat.

Perbedaan paling terasa ada di kamera ketiga. Galaxy S25 FE membawa telefoto 8MP dengan zoom optik 3x, sementara Galaxy A57 hanya mengandalkan kamera makro 5MP.

Dalam foto siang hari, kamera utama keduanya terlihat mirip, meski S25 FE dinilai lebih matang dalam pengolahan detail. Pada zoom 2x, hasil S25 FE juga terasa lebih natural, sedangkan A57 cenderung tajam secara agresif tetapi lebih lembut.

Saat pembesaran 3x, keunggulan S25 FE makin jelas karena ada kamera telefoto khusus. Meski resolusinya hanya 8MP, hasil 12MP pada 3x tetap detail, sementara A57 sudah mulai kesulitan sejak 2x.

Untuk ultrawide siang hari, keduanya berada di level yang hampir sama. Pada malam hari, kamera utama A57 kadang terlihat sedikit lebih bersih dalam mode auto, tetapi Night mode S25 FE memberi peningkatan yang lebih efektif.

Telefoto S25 FE di malam hari memang kurang meyakinkan dalam mode Photo biasa. Namun, setelah Night mode diaktifkan, hasilnya meningkat drastis dan jauh lebih berguna dibanding A57 saat dipakai pada pembesaran 3x.

Hasil selfie juga hampir tidak memberi alasan untuk memilih salah satu. Kualitas dari kedua ponsel dinilai sama-sama bagus tanpa pemenang yang jelas.

Video, audio, dan fitur tambahan

Untuk perekaman video, Galaxy S25 FE menawarkan opsi yang lebih luas. Ponsel ini mendukung 8K30 dan 4K120, sedangkan Galaxy A57 hanya mentok di 4K30.

Jika sama-sama direkam di 4K30, kualitas keduanya cukup dekat. A57 cenderung lebih agresif dalam sharpening, sementara S25 FE lebih santai dalam mengolah detail.

Pada video malam hari, keduanya sama-sama mampu menghasilkan klip yang solid. Meski begitu, S25 FE punya sedikit keunggulan dalam pengolahan area bayangan.

Sektor speaker juga condong ke S25 FE. Selisih volume tidak terlalu terasa dalam penggunaan nyata, tetapi tuning audionya dinilai lebih enak dengan vokal lebih dalam dan bersih, nada tinggi lebih renyah, serta karakter suara yang lebih hangat.

Dari sisi perangkat lunak, keduanya sama-sama diperkirakan akan menerima enam upgrade Android besar dari titik waktu penulisan. Namun, S25 FE punya nilai tambah lain lewat dukungan Samsung DeX dalam mode kabel maupun nirkabel.

Pada konfigurasi dasar, keduanya sama-sama hadir dengan 8GB RAM dan 128GB penyimpanan. S25 FE memakai UFS 4.0 yang lebih cepat, sedangkan A57 masih menggunakan UFS 3.1, walaupun A57 punya varian tertinggi 512GB dengan 12GB RAM dan S25 FE mentok di 8GB/512GB.

Dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh, keputusan akhirnya bergantung pada prioritas pengguna. Galaxy A57 lebih masuk akal untuk yang ingin harga lebih rendah, daya tahan baterai lebih baik, serta bodi yang lebih tipis dan ringan, sedangkan Galaxy S25 FE lebih tepat untuk yang mengejar performa tinggi, kamera yang lebih fleksibel, video yang lebih lengkap, wireless charging, speaker yang lebih baik, dan Samsung DeX.

Source: www.gsmarena.com

Berita Terkait