Iran merespons dengan gelombang rudal dan drone yang disebut sebagian besar mengarah ke Uni Emirat Arab, sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata. Serangan itu lalu meluas ke Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi, memperlihatkan bahwa ketegangan di kawasan tidak lagi berhenti pada Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Situasi ini menempatkan UEA di posisi yang sangat rawan. Abu Dhabi disebut sebagai salah satu negara yang paling sering menjadi sasaran serangan Iran setelah Israel sejak konflik dimulai, sehingga ancaman balasan dari Teheran langsung mengubah perhitungan keamanan di Teluk.
Di tengah eskalasi itu, keterlibatan UEA dalam serangan udara ke wilayah Iran ikut menambah lapisan baru dalam konflik. Sumber yang dikutip The Wall Street Journal menyebut Abu Dhabi aktif dalam rangkaian serangan sejak hari-hari awal perang antara AS-Israel dan Teheran pecah.
Peran tersebut membuat UEA tidak hanya berada di lingkaran konflik, tetapi juga masuk ke dalam daftar target balasan utama Iran. Keterlibatan Abu Dhabi disebut lebih besar daripada yang selama ini tampak di ruang publik.
Serangan yang dikaitkan dengan keterlibatan itu tidak berdiri sendiri. Operasi tersebut disebut mendapat dukungan informasi intelijen dari Israel dan Amerika Serikat, sehingga rangkaian serangan berlangsung sebagai bagian dari koordinasi yang lebih luas.
Sasaran energi Iran
Target serangan diarahkan ke wilayah yang punya arti strategis bagi Iran. Titik-titik yang disebut menjadi sasaran mencakup pulau Qeshm dan Abu Musa di Selat Hormuz, kota pelabuhan Bandar Abbas, kilang minyak di Pulau Lavan, serta kompleks petrokimia Asaluyeh.
Lokasi-lokasi itu penting karena terkait jalur energi dan infrastruktur ekonomi Iran. Serangan ke titik-titik tersebut menegaskan bahwa konflik tidak hanya menyentuh ranah militer, tetapi juga sektor yang menopang ekonomi dan distribusi energi.
Israel juga disebut menyerang area Asaluyeh sebelum Washington mengirim peringatan keras agar Tel Aviv menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Teheran. Dalam narasi yang berkembang, serangan ke fasilitas strategis itu dipandang sebagai respons atas aksi Iran terhadap aset milik UEA.
Dampak politik di Teluk
Di Abu Dhabi, otoritas setempat menuding Iran berupaya menyesatkan komunitas internasional. Tuduhan itu berkaitan dengan klaim bahwa wilayah dan ruang udara negara-negara Arab digunakan untuk memfasilitasi serangan ke Iran.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konflik ini tidak hanya berlangsung lewat serangan fisik. Ada juga pertarungan narasi yang ikut menentukan cara negara-negara kawasan membaca situasi dan menyusun sikap politik mereka.
UEA juga memperingatkan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara Arab dapat membawa dampak yang lebih luas pada dinamika diplomatik kawasan. Abu Dhabi menilai tindakan seperti itu justru bisa memperkuat hubungan antara Israel dan negara-negara Arab yang sudah menjalin relasi dengan Tel Aviv.
Posisi UEA menjadi rumit karena negara itu tampil dalam dua sisi sekaligus. Di satu sisi, Abu Dhabi disebut terlibat dalam serangan terhadap Iran, tetapi di sisi lain juga menjadi target balasan Tehran ketika konflik terus melebar.
Rangkaian peristiwa ini membuat perang AS-Israel melawan Iran tidak lagi terbatas pada tiga pihak utama. Negara-negara Teluk ikut terseret ke dalam ancaman yang sama, dengan risiko keamanan yang langsung terasa di kawasan.
Source: www.beritasatu.com






