Iran menyatakan sedikitnya dua jet tempur Amerika Serikat hancur setelah Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania diserang rudal dan pesawat nirawak. Klaim yang disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC itu belum dikonfirmasi secara independen hingga Sabtu, 18 Juli 2026.
Tuduhan tersebut menjadi salah satu klaim paling serius dalam rangkaian aksi saling serang Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah. Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi mengenai kerusakan pesawat maupun fasilitas di pangkalan tersebut.
IRGC menyebut hanggar menjadi sasaran
Menurut pernyataan IRGC yang ditayangkan televisi pemerintah Iran, IRIB, serangan di Al Azraq dilakukan dalam gelombang ke-20 Operasi Nasr 2. Iran menyebut aksi itu sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat pada malam sebelumnya.
Pasukan udara IRGC menyatakan rudal dan drone diarahkan ke hanggar jet tempur serta area parkir pesawat. Selain dua jet tempur, Iran mengeklaim tiga pesawat Amerika Serikat lain turut hancur.
IRGC menyatakan pasukannya “melancarkan serangan dengan rudal dan drone terhadap hangar jet tempur dan area parkir Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania.” Pernyataan itu tidak merinci jenis pesawat yang terkena maupun tingkat kerusakan pada setiap sasaran.
| Lokasi | Sasaran yang disebut Iran | Gelombang operasi |
|---|---|---|
| Pangkalan Udara Al Azraq, Yordania | Hanggar dan area parkir jet tempur AS | Ke-20 |
| Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait | Dermaga pendukung bahan bakar Angkatan Laut AS | Ke-19 |
| Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain | Titik pengerahan pesawat tempur | Tidak disebutkan |
Serangan meluas ke Kuwait dan Bahrain
Pernyataan Iran tidak hanya menempatkan Yordania sebagai lokasi serangan. IRGC juga menyebut fasilitas pendukung Angkatan Laut AS di Kuwait dan titik pengerahan pesawat tempur di Bahrain menjadi sasaran.
Di Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait, Iran menyatakan telah menyerang dermaga pendukung bahan bakar Angkatan Laut AS dengan drone dan rudal. Serangan ini disebut sebagai bagian dari gelombang ke-19 Operasi Nasr 2.
Iran juga mengumumkan serangan terhadap titik pengerahan jet tempur di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain. Tidak ada rincian mengenai kerusakan fasilitas, pesawat, maupun kemungkinan korban dari serangan tersebut.
Ketegangan meningkat sejak 8 Juli
Konflik meningkat sejak 8 Juli 2026 ketika militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom menyebut operasi itu sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah. Rangkaian serangan ini memperluas titik ketegangan ke negara-negara yang menjadi lokasi fasilitas militer AS.
Pada 9 Juli 2026, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku. Pernyataan itu menandai memburuknya peluang penghentian konflik di tengah aksi militer yang terus berlanjut.
Laporan BeritaSatu menyebut seluruh klaim serangan itu disampaikan Iran melalui media pemerintah. Tanpa verifikasi dari pihak ketiga atau pernyataan Washington, dampak nyata serangan di Al Azraq belum dapat dipastikan.
Source: www.beritasatu.com






