Seres Siapkan Crossover AI Baru Untuk Anak Muda, Kabin Pintar ByteDance Jadi Andalan

Seres sedang menyiapkan mobil baru yang bukan hanya mengandalkan nama besar di industri otomotif China, tetapi juga membawa arah pengembangan yang lebih dekat dengan pengguna muda. Model ini akan lahir di bawah merek Chongqing Saidou Technology dan mendapat dukungan teknologi AI serta cloud dari Volcano Engine, platform milik ByteDance.

Langkah ini menandai perubahan penting bagi Seres karena fokusnya bergeser dari segmen murah ke kendaraan yang lebih tinggi nilai teknologinya. Di saat yang sama, proyek ini juga menunjukkan bagaimana pabrikan mobil di China semakin serius membangun sub-merek baru untuk mengejar pasar yang lebih besar di masa depan.

Mobil perdana ditargetkan meluncur tahun ini

Kabar yang beredar di lingkungan industri menyebut mobil pertama Saidou Technology akan meluncur tahun ini. Bentuknya disebut crossover, dengan karakter yang memadukan kenyamanan ala sedan dan ketangguhan SUV.

Untuk pilihan penggerak, Seres menyiapkan dua opsi. Mobil ini akan tersedia dalam versi listrik murni atau BEV, serta versi listrik dengan range-extender atau EREV.

Persiapan produksi juga sudah mulai dilakukan. Pabrik Seres Phoenix disebut tengah dirombak total agar siap mendukung jalur produksi model baru tersebut.

Kabinnya mendapat otak AI dari ByteDance

Berbeda dengan Aito, merek hasil kolaborasi Seres dan Huawei yang lebih fokus pada sistem setir otomatis, Saidou Technology punya arah teknologi sendiri. Mobil ini akan memakai “otak pintar” dari AI milik ByteDance untuk memperkuat pengalaman di dalam kabin.

Fokus utamanya ada pada smart cockpit dan perintah suara interaktif berbasis LLM atau Large Language Model. Pendekatan ini ditujukan agar hiburan, konektivitas, dan interaksi di dalam mobil terasa lebih responsif serta hidup.

Volcano Engine menegaskan perannya tidak masuk ke sistem autonomous driving. Mereka lebih banyak berada di belakang layar sebagai penyedia cloud yang menopang ekosistem teknologinya.

Latar belakang restrukturisasi dan suntikan modal besar

Sebelum memakai nama Chongqing Saidou Technology, perusahaan ini dikenal sebagai Landian Technology. Setelah restrukturisasi, Seres melepas status sebagai pemegang saham mayoritas untuk menyehatkan laporan keuangan dari lini bisnis lama yang sempat merugi.

Proyek ini kemudian mendapat dukungan dana yang besar. Carnewschina melaporkan ada suntikan 6,67 miliar yuan atau sekitar Rp 17,4 triliun dari berbagai investor, termasuk pemerintah lokal dan produsen baterai CATL.

Modal tersebut membuat proyek mobil baru ini terlihat semakin serius. Dukungan finansial yang kuat juga memberi ruang bagi Seres untuk membangun merek baru tanpa terlalu bergantung pada model bisnis lama.

Bidik pembeli muda dan pasar yang lebih luas

Arah baru Saidou Technology jelas menyasar konsumen muda yang aktif dan akrab dengan teknologi. Selain pasar domestik China, jalur penjualannya juga disiapkan untuk pasar global.

Strategi ini menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi Landian di segmen entry-level. Saat itu, Landian disebut kurang mampu bersaing di rentang harga Rp 220 juta hingga Rp 330 jutaan.

Dengan pendekatan yang lebih canggih, Seres ingin masuk ke permainan yang berbeda. Fokusnya kini tidak lagi sekadar adu harga, melainkan menawarkan nilai teknologi dan pengalaman berkendara yang lebih menarik.

Sejalan dengan tren sub-merek baru di China

Langkah Seres juga sejalan dengan tren yang makin kuat di pasar otomotif China. Sejumlah pabrikan lain seperti Xiaomi dan Leapmotor juga dikabarkan menyiapkan sub-merek baru dalam waktu dekat.

Di sisi lain, penjualan mobil listrik Seres sendiri sedang berada dalam kondisi yang lebih baik. Pada Mei 2026, perusahaan menjual 33.476 unit, sementara total penjualan Januari hingga Mei 2026 mencapai 145.108 unit, naik 15,14% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Performa itu memberi Seres modal tambahan untuk mendorong merek baru ini ke pasar. Jika semua berjalan sesuai rencana, mobil berbasis ekosistem ByteDance ini akan menjadi salah satu debut otomotif yang paling diperhatikan tahun ini.

Berita Terkait