Menjelang Idul Adha 1447 H, Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur menyiagakan 1.000 jagal hewan kurban untuk masjid-masjid se-Jawa Timur. Langkah ini disiapkan agar penyembelihan berlangsung halal, aman, bersih, dan sehat di lingkungan masjid.
Penguatan itu tidak hanya menyasar kemampuan teknis para juru sembelih. DMI Jatim juga ingin menyamakan pemahaman panitia kurban di berbagai daerah agar pelaksanaan ibadah berjalan lebih tertib.
Edukasi untuk panitia masjid
Untuk tujuan tersebut, DMI Jatim menggelar upgrading, deklarasi, dan apel di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Kegiatan ini diikuti perwakilan lebih dari 200 masjid se-Jawa Timur secara online dan offline.
Direktur Halal Center DMI Jatim, DR Hj Siti Nur Husnul Yusmiati STP., M.Kes, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai bekal bersama sebelum hari raya tiba. Para peserta dibekali pemahaman tentang prinsip sembelihan halal thoyyib, adab penyembelihan, dan manajemen kesejahteraan hewan.
Materi yang diberikan juga mencakup simulasi serta pencegahan risiko bahaya saat kegiatan kurban. Risiko seperti hewan lepas dan tali putus dibahas bersama para pakar dari Dinas Peternakan Jawa Timur, DMI Jatim, dan DPW Juleha Jatim.
Dalam perspektif syariah, proses penyembelihan harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak kasar terhadap hewan. Alat yang digunakan juga harus tajam agar penyembelihan berlangsung cepat dan hewan tidak tersiksa.
Deklarasi kesiapan pengawasan
Dalam kegiatan yang menggandeng Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur itu, DPW Juru Sembelih Halal Jatim membacakan deklarasi kesiapan mengawal penyembelihan hewan kurban 1447 H. Isi deklarasi menegaskan komitmen menjaga proses kurban agar halal, aman, bersih, dan sehat.
Siti Nur Husnul menegaskan bahwa edukasi tersebut menyasar pemuda masjid dan pengurus DMI se-Jatim. Ia juga menilai pemahaman tentang penyembelihan hewan secara syariah dan benar perlu terus diperkuat agar menjadi kegiatan rutin tahunan di lingkungan masjid.
Dukungan dari pemerintah daerah
Perwakilan Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Widodo, mengapresiasi kegiatan yang digagas Halal Center PW DMI sebagai inisiator. Menurut dia, penyembelihan Idul Adha memang membutuhkan persiapan yang sungguh-sungguh agar pelaksanaannya berjalan baik dan selamat.
Dari sisi teknis, pemateri dari Dinas Peternakan, drh Iswahyudi dan drh Rinna, menekankan pentingnya tata laksana kesejahteraan hewan serta handling daging. Penekanan itu melengkapi edukasi yang sudah diberikan agar kurban tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga tertib dan higienis untuk dikonsumsi.
Penguatan kapasitas juru sembelih ini menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pelaksanaan kurban di masjid-masjid Jawa Timur. Dengan pelibatan unsur masjid, pemerintah daerah, dan komunitas juru sembelih halal, DMI Jatim mendorong standar penyembelihan yang lebih rapi dan aman saat Idul Adha tiba.
Source: redaksi.duta.co






