Omoda & Jaecoo kini membawa modal penting di ranah teknologi berkendara cerdas setelah mengantongi sertifikasi keselamatan UN/ECE R171. Pengakuan ini menegaskan bahwa sistem bantuan pengemudi yang mereka kembangkan sudah melewati pengujian keselamatan yang ketat.
Regulasi UN/ECE R171 menjadi wajib di kawasan Uni Eropa untuk kendaraan yang memakai Driver Control Assistance Systems atau DCAS. Aturan tersebut mengatur cara sistem bantuan berkendara dirancang, diuji, dan dioperasikan agar tetap aman di jalan.
Fokus utama ada pada keselamatan sistem
Standar ini menilai manajemen risiko, batas intervensi sistem, serta interaksi antara kendaraan dan pengemudi. Setelah melalui proses audit, Omoda & Jaecoo dinilai memiliki pengelolaan keselamatan yang memenuhi standar internasional.
Perusahaan juga menyebut teknologi itu dapat diterapkan secara konsisten pada kendaraan produksi massal. Dengan begitu, sistem yang mereka bawa tidak berhenti pada tahap konsep, tetapi siap masuk ke implementasi yang lebih luas.
Teknologi cerdas tetap menempatkan pengemudi di pusat kendali
Omoda & Jaecoo menegaskan bahwa pendekatan mereka terhadap berkendara otonom tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengemudi sepenuhnya. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih aman dan tepat selama perjalanan.
Untuk menjaga tujuan itu, perusahaan membangun sistem keselamatan dengan beberapa lapisan perlindungan. Lapisan tersebut mencakup konsep functional safety dan SOTIF agar fungsi yang dirancang berjalan sesuai harapan.
Ada pula lapisan sistem yang mengintegrasikan kecerdasan buatan atau AI ke dalam keselamatan berkendara. Integrasi ini ditujukan supaya respons terhadap situasi di jalan menjadi lebih tanggap dan lebih cerdas.
Dengan kombinasi tersebut, proses bantuan berkendara diklaim menjadi lebih terukur dan akurat. Setiap langkah operasional juga dapat dipantau dan ditelusuri agar tetap sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan.
SIVP jadi fitur yang paling menonjol
Salah satu teknologi yang mendapat sorotan adalah Super Intelligent Valet Parking atau SIVP. Fitur ini dirancang untuk mempermudah parkir dengan menghubungkan sistem kendaraan dan smartphone.
Dengan konsep “Come to You. Park for You”, pengguna dapat mengarahkan mobil parkir otomatis atau memanggil kendaraan ke lokasi tertentu lewat layar ponsel. Teknologi ini juga diklaim sanggup bekerja di kondisi yang menantang, termasuk area parkir sempit, basement bertingkat, dan cuaca ekstrem.
Meski demikian, Omoda & Jaecoo tetap menempatkan SIVP sebagai fitur bantuan berkendara, bukan pengganti peran manusia. Penegasan ini sejalan dengan pendekatan mereka yang menempatkan keselamatan dan kendali pengemudi sebagai bagian penting dari teknologi cerdas.
Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, menilai teknologi cerdas tidak boleh dipersempit menjadi sekadar spesifikasi teknis. Ia menyebutnya sebagai gaya hidup mobilitas masa depan yang sengaja diciptakan bersama para pengguna muda di seluruh dunia melalui komitmen bersama.
Dengan sertifikasi UN/ECE R171, Omoda & Jaecoo ingin menunjukkan bahwa mobilitas masa depan harus tampil pintar sekaligus aman. Mereka menempatkan keamanan, kepercayaan, dan kesiapan pakai di situasi harian sebagai bagian utama dari pengembangan teknologi berkendara cerdas.
| Aspek | Detail | Makna bagi pengguna |
|---|---|---|
| UN/ECE R171 | Regulasi wajib di Uni Eropa untuk DCAS | Menegaskan standar keselamatan yang ketat |
| SIVP | Super Intelligent Valet Parking terhubung dengan smartphone | Memudahkan parkir otomatis dan pemanggilan mobil |
| Functional safety dan SOTIF | Lapisan perlindungan keselamatan sistem | Membantu fungsi berjalan sesuai harapan |
Dalam konteks persaingan teknologi berkendara cerdas, sertifikasi ini memberi sinyal bahwa Omoda & Jaecoo tidak hanya mengejar kecanggihan. Mereka juga berupaya memastikan teknologi tersebut siap dipakai secara aman, konsisten, dan relevan untuk kebutuhan harian.
