Tahap akhir Magang Nasional Batch I kini menjadi perhatian utama karena menentukan dua hal yang paling dinanti peserta, yakni sertifikat dan pencairan uang saku. Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan, rangkaian penutupan program ini tidak boleh dilewatkan karena ada sejumlah kewajiban administrasi yang harus diselesaikan oleh peserta, perusahaan mitra, dan mentor.
Program MagangHub Kemnaker Batch I sendiri akan selesai bertahap, dengan Batch 1A berakhir pada 19 April 2026 dan Batch 1B menyusul pada 23 April 2026. Penutupan program secara keseluruhan dijadwalkan pada 24 April 2026, sehingga masa akhir ini menjadi momen penting bagi seluruh pihak yang terlibat.
Administrasi jadi penentu hak peserta
Kepala Barenbang Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa peserta Batch I wajib merampungkan tiga urusan utama di tahap akhir. Tiga kewajiban itu adalah presensi terakhir, laporan bulanan, dan pengisian kuesioner.
Menurut Anwar, tiga langkah tersebut menjadi syarat untuk pencairan uang saku peserta. Karena itu, kelengkapan data harus dipastikan benar agar proses penutupan program berjalan tertib dan tidak menghambat hak peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa tahap akhir ini tidak bisa dianggap kecil. Selain berkaitan dengan uang saku, berkas dan catatan yang lengkap akan menjadi bagian dari dokumentasi magang yang berguna saat peserta memasuki dunia kerja.
Operator perusahaan dan mentor punya peran penting
Pada periode 19–22 April 2026, operator perusahaan mendapat tugas menyiapkan sertifikat magang melalui menu maganghub.kemnaker.go.id. Dalam proses itu, operator perlu memasukkan logo perusahaan, nama peserta, dan tanda tangan elektronik direksi.
Selain itu, operator juga harus mengisi laporan sertifikasi kompetensi, laporan penempatan atau rekrutmen bila ada, serta kuesioner wajib. Seluruh kelengkapan tersebut menjadi bagian dari administrasi resmi penyelenggaraan magang.
Di sisi lain, mentor tidak kalah penting dalam penutupan program. Mentor wajib menyetujui presensi dan laporan harian peserta, menyetujui laporan bulanan, memberi nilai bulanan dan nilai akhir, serta mengisi kuesioner mentor.
Mentor juga diminta mengajukan uang saku peserta setelah semua kuesioner disampaikan. Dengan begitu, peran mentor tidak berhenti saat pembinaan berlangsung, tetapi juga ikut menentukan lancarnya akhir program.
Enam bulan magang dinilai memberi bekal kerja
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menilai pengalaman enam bulan magang memberi bekal penting bagi peserta. Ia menyebut peserta menjadi lebih siap kerja setelah memperoleh pengalaman langsung di lingkungan industri.
Pernyataan itu disampaikan dalam final briefing Magang Nasional Batch I & 1B yang digelar virtual pada Jumat (17/4/2026). Pada kesempatan itu, Darmawansyah juga menyampaikan apresiasi kepada peserta, perusahaan mitra, mentor, dan pengelola program.
Ia menekankan bahwa program ini bukan hanya soal latihan kerja. Menurutnya, magang juga memperkuat kemampuan teknis dan nonteknis secara bersamaan.
Kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan adaptasi di tempat kerja menjadi bagian penting dari proses tersebut. Karena itu, pengalaman yang didapat peserta selama magang dinilai punya nilai lebih daripada sekadar kegiatan administratif.
Pengalaman magang sebaiknya dicatat dengan rapi
Kemnaker mengingatkan peserta agar mendokumentasikan pengalaman magang secara baik dalam CV atau portofolio. Langkah ini penting supaya pengalaman enam bulan di industri bisa terlihat jelas saat digunakan untuk melamar kerja.
Program magang juga dipandang sebagai bekal yang membantu peserta masuk ke pasar kerja dengan catatan kompetensi yang lebih kuat. Bagi peserta, hasil akhir program bukan hanya sertifikat dan uang saku, tetapi juga pengalaman kerja yang bisa ditunjukkan secara konkret.
Pemerintah bahkan menyiapkan pelatihan online dan sertifikasi kompetensi sebagai tindak lanjut. Pelatihan tersebut disiapkan sebagai pembekalan sebelum uji kompetensi, sehingga peserta memiliki peluang lebih besar untuk meraih sertifikat kompetensi.
