Setelah Olahraga Lebih Tepat Untuk Pemulihan, Sarapan Telur Unggul Saat Ingin Kenyang Lebih Lama

Author: Redaksi Android62

Telur sering dianggap sederhana, tetapi waktu memakannya bisa mengubah manfaat yang dirasakan tubuh. Saat dikonsumsi setelah olahraga, telur lebih menonjol sebagai makanan pemulihan, sementara pada pagi hari telur lebih membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Pilihan ini penting karena tujuan tubuh tidak selalu sama. Ada orang yang ingin menahan lapar sampai siang, ada juga yang lebih membutuhkan asupan untuk membantu otot pulih setelah latihan.

Setelah latihan, fokus tubuh bergeser ke pemulihan

Sesudah berolahraga, tubuh membutuhkan nutrisi yang mendukung perbaikan jaringan otot. Dalam kondisi ini, telur menjadi pilihan yang relevan karena mengandung protein berkualitas tinggi yang membantu mempertahankan dan memperbaiki massa otot.

Pembentukan otot tidak hanya bergantung pada latihan. Proses itu juga dipengaruhi keseimbangan protein, lemak sehat, dan karbohidrat, sehingga konsumsi telur setelah olahraga dapat ikut mendukung proses pemulihan secara lebih optimal.

Kandungan telur mendukung kerja otot

Telur memiliki sembilan asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi tubuh sendiri. Salah satunya adalah leusin, yang berperan penting dalam sintesis protein untuk membangun jaringan otot baru.

Dalam satu butir telur berukuran sekitar 50 gram, leusin tercatat sekitar 0,53 gram. Selain itu, telur juga mengandung vitamin D, asam lemak omega-3, dan fosfolipid yang turut mendukung pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik.

Peneliti juga menemukan bahwa pria muda yang mengonsumsi telur utuh setelah berolahraga mengalami peningkatan sintesis otot dibandingkan mereka yang hanya makan putih telur. Temuan ini membuat telur utuh semakin menonjol sebagai pilihan praktis setelah latihan.

Pagi hari memberi keuntungan berbeda

Meski begitu, sarapan telur punya manfaat yang tidak kalah menarik. Protein di dalam telur dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk ngemil sepanjang hari bisa lebih terkendali.

Penelitian dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2020 menunjukkan bahwa sarapan telur dapat mengurangi rasa lapar dibandingkan sarapan sereal pada waktu yang sama. Efek ini berkaitan dengan pengaruh protein telur terhadap hormon pengatur nafsu makan.

Satu butir telur utuh berukuran besar sekitar 50,3 gram mengandung sekitar 6,3 gram protein menurut FoodData Central. Protein dapat menurunkan hormon ghrelin yang memicu lapar, sekaligus meningkatkan hormon GLP-1 dan PYY yang membantu menekan nafsu makan.

Awal hari juga membantu asupan protein harian

Bagi orang yang ingin menambah asupan protein, pagi hari menjadi momen yang masuk akal. Mengonsumsi telur sejak awal hari membantu mengisi kembali nutrisi yang terpakai selama tidur malam dan memberi dorongan energi saat tubuh mulai aktif.

Protein dalam telur juga diserap secara perlahan. Karena itu, rasa kenyang bisa bertahan lebih lama hingga waktu makan siang, sehingga pola makan pagi terasa lebih stabil.

Para ahli yang dilansir Verywell Health tetap menyarankan asupan protein dibagi sepanjang hari. Meski demikian, telur tetap menjadi salah satu sumber protein yang baik untuk memulai hari.

Satu butir telur utuh, baik direbus maupun digoreng, memiliki jumlah protein yang hampir sama. Kandungannya sekitar 6,3 gram atau setara 13 persen dari kebutuhan harian tubuh.

Pada akhirnya, manfaat telur sangat dipengaruhi oleh tujuan konsumsi. Jika yang dicari adalah rasa kenyang yang lebih tahan lama, sarapan menjadi pilihan yang lebih sesuai, sedangkan setelah olahraga telur lebih menonjol untuk membantu pemulihan dan pembentukan otot.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru