Shiba Inu kini menghadapi kenyataan yang jauh lebih keras dibanding masa awal peluncurannya pada 2020. Peluang token ini untuk kembali melesat hingga mengubah investor menjadi jutawan dinilai kian tipis karena harga masih sekitar 95% di bawah rekor tertingginya per 30 Juni.
Kondisi itu diperburuk oleh menurunnya minat komunitas, meski sesekali harga SHIB masih sempat mengalami lonjakan singkat. Bagi investor yang berharap mengulang euforia lama, situasinya menunjukkan bahwa ruang kenaikan yang tersisa tidak lagi semudah dulu.
Pasokan besar membuat narasi kelangkaan sulit terbentuk
Salah satu hambatan utama Shiba Inu adalah jumlah pasokannya yang sangat besar, yakni 589 triliun token. Angka ini sangat berbeda dengan Bitcoin yang memiliki pasokan terbatas 21 juta unit, sehingga narasi kelangkaan yang biasanya membantu harga naik lebih sulit dibangun.
Dengan struktur seperti itu, SHIB harus mengandalkan faktor lain untuk menarik modal baru. Tanpa perubahan besar pada perilaku pasar, token ini cenderung tetap dipandang sebagai aset spekulatif berisiko tinggi.
Tiga jalur yang bisa memberi dorongan
Ada tiga skenario yang secara teori masih bisa membantu SHIB bergerak lebih kuat. Pertama, laju pembakaran token perlu dipercepat secara signifikan, karena dalam 30 hari terakhir hanya 112,4 juta token SHIB yang dibakar, setara kira-kira 0,0002% dari total pasokan dalam basis tahunan.
Berikutnya, nilai guna nyata harus muncul dari ekosistemnya. Shibarium sebagai solusi layer-2, ShibaSwap sebagai bursa terdesentralisasi, Shib the Metaverse, atau inovasi lain baru akan berarti jika pengguna benar-benar merasakan manfaatnya.
Skenario ketiga bergantung pada sentimen pasar yang lebih luas. Jika ledakan koin meme seperti pada 2021 terulang dan dana kembali mengalir ke aset spekulatif, nama-nama yang sudah dikenal seperti Shiba Inu bisa ikut terdorong.
| Faktor | Data Utama | Dampak Potensial |
|---|---|---|
| Harga terhadap rekor tertinggi | Sekitar 95% di bawah puncak | Ruang pemulihan masih ada, tetapi sangat berat |
| Pasokan SHIB | 589 triliun token | Kelangkaan sulit menjadi pendorong utama |
| Pembakaran 30 hari terakhir | 112,4 juta token | Dorongan pasokan masih terlalu kecil |
| Penggerak tambahan | Shibarium, ShibaSwap, Shib the Metaverse | Baru berdampak jika ada adopsi nyata |
Saingan datang dari banyak arah
Hambatan Shiba Inu tidak hanya datang dari dalam ekosistemnya sendiri. Di pasar kripto yang semakin ramai, Bitcoin tetap unggul dengan pasokan terbatas, sementara blockchain cepat dan murah seperti Solana dan XRP juga menawarkan daya tarik lain, terutama untuk pembayaran.
Di sisi yang sama, stablecoin ikut menyerap modal dari pasar kripto. Bahkan di kelompok koin meme, SHIB harus bersaing dengan Dogecoin, MemeCore, dan Pepe yang sama-sama memburu dana dari investor yang menyukai risiko tinggi.
Itulah sebabnya peluang SHIB untuk melahirkan jutawan baru kini terlihat jauh lebih sempit. Riwayat kenaikan besar pada masa lalu memang pernah terjadi, tetapi token ini sudah turun 95% sejak puncaknya pada Oktober 2021 dan jalan menuju level lama tampak makin sulit ditembus.
Dengan kondisi seperti itu, prospek menjadi jutawan hanya dari kepemilikan SHIB lebih bergantung pada kombinasi ekstrem antara pembakaran token yang agresif, adopsi fitur baru, dan euforia pasar yang besar. Tanpa tiga hal itu, Shiba Inu lebih mungkin tetap berada di wilayah spekulasi daripada menjadi kendaraan kekayaan yang meyakinkan.







