Persija Jakarta menaruh harapan besar pada Shin Tae-yong untuk membawa tim melangkah lebih tinggi di Super League musim 2026/2027. Pelatih asal Korea Selatan itu dipilih karena dinilai punya pengalaman, disiplin, dan komitmen yang sejalan dengan arah pembangunan klub.
Keputusan ini juga menandai berakhirnya masa tugas Mauricio Souza, yang dicopot pada penghujung musim 2025/2026. Pengumuman di Stadion JIS, Senin (8/6/2026), menjadi penanda bahwa Persija ingin memulai babak baru dengan target yang lebih tegas.
Fokus ke papan atas
Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menyebut klub membutuhkan pelatih yang mampu membawa tim bersaing di papan atas. Karena itu, sosok yang dipilih bukan hanya dinilai dari reputasi, tetapi juga dari kesesuaian dengan kebutuhan jangka panjang klub.
Persija tidak ingin bergerak dengan pola instan. Klub ingin pembangunan tim berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti pada hasil sesaat.
Dalam arah baru ini, pelatih juga diminta terlibat dalam pengembangan pemain muda dari akademi Persija. Bagi manajemen, fondasi skuad yang stabil harus dibangun sejak sekarang agar tim tetap relevan untuk musim-musim berikutnya.
Alasan Shin menerima tantangan Persija
Shin Tae-yong mengaku keputusannya bergabung didorong keinginan untuk ikut memajukan sepak bola Indonesia. Ia juga sudah berdiskusi dengan manajemen Persija mengenai target yang ingin dicapai pada musim depan.
Pelatih berusia 55 tahun itu memahami beratnya persaingan di Super League. Ia menyinggung Persib, Borneo FC, dan Bali United sebagai tim besar yang harus dihadapi.
Meski begitu, Shin menilai Persija masih punya sistem yang bisa dikembangkan lebih jauh. Pandangan itu menjadi salah satu alasan dirinya menerima proyek bersama klub ibu kota.
Visi awal untuk Macan Kemayoran
Shin ingin Persija segera menjadi tim yang mampu bersaing di papan atas dan membuat suporter bangga. Ia juga ingin bertemu para pemain secepat mungkin agar visi tim bisa disatukan sejak awal persiapan.
Bagi Shin, kerja maksimal menjadi kunci agar Persija bisa meraih prestasi yang lebih baik. Ia percaya tim yang solid akan memberi kebahagiaan lebih besar bagi para penggemar Macan Kemayoran.
Target itu sejalan dengan harapan klub yang ingin tampil lebih konsisten sepanjang musim. Persija kini menaruh beban besar pada Shin untuk mengubah ambisi menjadi performa nyata di lapangan.
Arah baru bagi Persija
Penunjukan Shin Tae-yong memberi sinyal kuat bahwa Persija ingin membangun identitas tim yang lebih jelas. Kombinasi pengalaman, reputasi, dan kedisiplinannya diharapkan bisa membuat skuad tampil lebih kompetitif.
Di saat yang sama, perhatian terhadap pembinaan pemain muda menunjukkan bahwa klub tidak hanya mengejar hasil cepat. Persija ingin membentuk tim yang tumbuh bersama dan tetap punya daya saing dalam jangka panjang.
Musim 2026/2027 pun menjadi momentum penting bagi Macan Kemayoran untuk membuktikan arah baru itu. Dengan pelatih baru dan target yang lebih tinggi, Persija berharap bisa kembali mengincar posisi teratas.
Source: www.beritasatu.com






