Shin Tae-yong menyiapkan perubahan besar untuk Persija Jakarta dengan arah permainan yang lebih agresif dan lebih cepat. Pelatih anyar Macan Kemayoran itu ingin meninggalkan pola bertahan yang selama ini melekat, lalu membangun tim yang lebih berani mengambil inisiatif.
Ia menilai Persija memberi ruang yang lebih leluasa untuk menerapkan sepak bola menyerang. Bagi STY, karakter seperti itu lebih sesuai dengan filosofi kepelatihannya yang memang mengutamakan tekanan tinggi dan permainan ofensif.
Persija Diminta Punya Tenaga Dan Kecepatan
Rencana tersebut tidak bisa berjalan tanpa pemain yang tepat. Shin Tae-yong menilai Persija membutuhkan komposisi skuad yang kuat secara fisik, matang secara teknik, dan mampu menjaga intensitas permainan sepanjang laga.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dengan manajemen klub untuk membahas kebutuhan rekrutmen. Menurutnya, kerja sama dengan CEO, General Manager, dan pemilik klub menjadi bagian penting agar Persija bisa mendatangkan pemain berkualitas.
Dalam skema yang ia inginkan, pemain cepat, mobile, dan tajam akan menjadi elemen utama. Dengan karakter seperti itu, Persija diharapkan bisa lebih dominan saat menguasai bola dan lebih efektif menekan pertahanan lawan.
Filosofi Lama Di Timnas Indonesia Tidak Selalu Jadi Patokan
STY menjelaskan bahwa pendekatan pragmatis yang ia terapkan saat menangani Timnas Indonesia bukanlah filosofi utama yang paling ia sukai. Ia menyebut strategi itu muncul karena situasi pertandingan menuntut kehati-hatian saat menghadapi lawan yang kualitasnya lebih tinggi.
Selama melatih skuad Garuda, ia lebih sering meminta tim bermain rapat dan mengandalkan serangan balik. Pilihan itu dibuat karena Indonesia kerap berhadapan dengan tim yang berada di atas mereka dalam hal level permainan.
Karena itu, kesempatan bersama Persija menjadi ruang baru baginya untuk menampilkan karakter permainan yang lebih sesuai dengan preferensi pribadi. Ia ingin tim tidak hanya menunggu lawan, tetapi juga berani menekan sejak awal pertandingan.
Harapan Baru Untuk Jakmania
Perubahan arah permainan ini memunculkan harapan baru bagi Jakmania yang menginginkan Persija tampil lebih atraktif. Namun, perubahan taktik biasanya membutuhkan proses agar stabil dan benar-benar menyatu di lapangan.
Perkenalan Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija dilakukan di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026). Momen itu menandai ambisi klub untuk kembali bersaing di level tertinggi dengan figur pelatih yang memiliki reputasi kuat di sepak bola Indonesia.
Setelah berpisah dengan PSSI pada awal 2025 dan kembali ke Korea Selatan, STY kini melanjutkan karier di Indonesia bersama Persija. Kontrak tiga tahunnya yang dimulai pada Juni 2026 menjadi sorotan karena ia datang dengan janji mengubah wajah permainan Macan Kemayoran menjadi lebih ofensif.
Source: www.suara.com






