Siang Hingga Malam Jadi Sorotan BMKG, Empat Wilayah Jatim Siaga Hujan Ringan

Cuaca di Jawa Timur hari ini tidak seragam, dengan suhu yang bergerak dari 16 hingga 32 derajat celsius. Di tengah variasi itu, BMKG juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul pada siang hingga malam hari.

Perhatian utama tertuju pada empat wilayah yang diprakirakan mengalami hujan ringan, yaitu Bojonegoro, Tuban, Bangkalan, dan Jombang. Meski intensitas hujan tergolong ringan, perubahan cuaca tetap perlu diantisipasi, terutama bagi warga yang punya mobilitas tinggi dan banyak beraktivitas di luar ruangan.

Empat daerah masuk zona hujan ringan

Bojonegoro diprakirakan diguyur hujan ringan dengan suhu 22-29 derajat celsius dan kelembapan udara 75-98%. Tuban berada pada pola yang sama, dengan rentang suhu dan kelembapan yang identik.

Bangkalan juga masuk kategori hujan ringan dengan suhu 23-30 derajat celsius dan kelembapan 77-99%. Sementara itu, Jombang diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu 24-30 derajat celsius dan kelembapan 73-98%.

Kondisi tersebut membuat empat wilayah ini perlu lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang dapat muncul sewaktu-waktu. Bagi warga yang hendak bepergian, penyesuaian jadwal dan perlengkapan sederhana seperti payung atau jas hujan menjadi langkah yang relevan.

Siang hingga malam perlu lebih diwaspadai

BMKG mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang perlu diwaspadai, terutama pada siang hingga malam hari saat perubahan atmosfer dapat berlangsung lebih cepat.

Peringatan ini penting karena cuaca di wilayah tersebut memang mudah berubah dalam satu hari. Meski sebagian daerah hanya diprakirakan hujan ringan, kondisi sekitar tetap dapat bergeser lebih cepat dari perkiraan awal.

Sebaran cuaca sangat beragam di Jawa Timur

Selain wilayah yang berpotensi hujan, sejumlah daerah lain justru diprakirakan mengalami udara kabur. Daerah tersebut meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Madiun, Ngawi, Gresik, Sampang, Sumenep, hingga Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.

Di sisi lain, cuaca cerah diprakirakan muncul di Nganjuk, Magetan, Pamekasan, dan Kota Kediri. Adapun Jember, Mojokerto, Lamongan, Kota Pasuruan, dan Kota Mojokerto diprediksi berawan.

Pola ini menunjukkan bahwa cuaca Jawa Timur tersebar tidak merata. Setiap daerah perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi langit setempat agar tidak terkendala perubahan cuaca mendadak.

Suhu dan kelembapan ikut memengaruhi kenyamanan

Rentang suhu harian yang cukup lebar membuat kondisi udara terasa berbeda antarwilayah. Kota Batu menjadi daerah dengan suhu paling rendah, yakni 16-24 derajat celsius, sedangkan beberapa wilayah seperti Situbondo, Sidoarjo, Ngawi, Kota Probolinggo, dan Kota Madiun bisa mencapai 32 derajat celsius.

Kelembapan udara juga cenderung tinggi di banyak daerah. Angka 99% tercatat di sejumlah wilayah seperti Trenggalek, Blitar, Bangkalan, Sampang, Kota Blitar, dan Kota Batu.

Kombinasi suhu yang beragam dan kelembapan tinggi dapat membuat cuaca terasa kurang stabil. Karena itu, warga yang bekerja, bepergian, atau beraktivitas di luar ruangan disarankan terus memantau pembaruan cuaca dari BMKG sebelum berangkat.

Source: www.detik.com

Berita Terkait