Simulasi SPMB Jatim Dibuka 8-9 Juni, Langkah Awal Agar Pendaftaran Tak Keliru

Simulasi SPMB 2026 untuk jenjang SMA dan SMK negeri di Jawa Timur menjadi langkah awal yang disarankan Dinas Pendidikan Jawa Timur agar calon murid tidak keliru saat pendaftaran resmi dibuka. Proses uji coba ini digelar pada 8 dan 9 Juni 2026 dan dibuat menyerupai alur pendaftaran sebenarnya.

Melalui simulasi, calon murid bisa mengenali urutan proses lebih dulu sebelum masuk ke tahap resmi. Cara ini juga membantu mereka memahami titik-titik rawan kesalahan teknis yang mungkin muncul saat pendaftaran berlangsung.

PIN jadi syarat utama

Calon murid yang ingin mencoba simulasi perlu masuk ke laman spmb.jatimprov.go.id dengan menyiapkan NISN, PIN, tanggal lahir, serta tanggal terbit Kartu Keluarga atau Surat Keterangan Domisili. Dari semua syarat itu, PIN menjadi kunci penting karena tanpa PIN calon murid tidak bisa mengikuti pendaftaran pada tahap apa pun.

Dinas Pendidikan Jawa Timur meminta pengambilan PIN segera diselesaikan dengan batas akhir 9 Juni 2026. Aries Agung Paewai menegaskan bahwa PIN menjadi penentu utama dalam seluruh tahapan SPMB.

Uji coba dibuat mirip pendaftaran asli

Simulasi ini tidak bersifat wajib, tetapi sangat disarankan karena bentuknya disusun agar serupa dengan proses sesungguhnya. Dengan begitu, calon murid dapat membiasakan diri sejak awal dan tidak kaget ketika pendaftaran resmi dimulai.

Aries juga mengingatkan bahwa simulasi hanya bisa diikuti satu kali. Karena itu, setiap langkah perlu diperhatikan dengan cermat agar kesempatan uji coba benar-benar berguna.

Jalur yang bisa dicoba terbatas

Simulasi pendaftaran hanya berlaku untuk jalur Domisili dan jalur Nilai Prestasi Akademik, baik untuk SMA maupun SMK. Pada tahap ini, calon murid dapat melihat cara memilih sekolah sesuai rayon domisili sekaligus memahami sistem pemeringkatan yang digunakan.

Untuk jalur domisili SMA dan SMK tahun ini, calon murid tidak diperbolehkan memilih jenjang SMA dan SMK secara bersamaan. Ketentuan itu terkait dengan jadwal pembukaan kedua jalur yang berlangsung pada 11-12 Juni 2026.

Aries menjelaskan calon murid maksimal dapat memilih tiga SMA dalam rayon atau tiga konsentrasi keahlian pada SMK. Pilihan tersebut bisa berupa sekolah atau konsentrasi yang sama maupun berbeda, sehingga perlu dipahami sejak simulasi agar tidak salah saat pendaftaran resmi.

Tidak semua calon murid bisa ikut

Ada kelompok tertentu yang tidak dapat mengikuti simulasi ini, yaitu calon murid yang menggunakan Surat Keterangan Pindah Domisili atau SKPD Mutasi. Jalur Mutasi baru tersedia pada tahap kedua, sehingga simulasi ini memang diarahkan untuk jalur yang aktif di tahap awal.

Dindik Jatim berharap calon murid memanfaatkan simulasi untuk mengenal sistem sejak dini dan datang ke pendaftaran resmi dengan persiapan yang lebih matang. Langkah uji coba ini diposisikan sebagai cara paling aman agar peserta tidak salah langkah ketika proses pendaftaran benar-benar dibuka.

Source: surabaya.kompas.com

Berita Terkait