Siri Dibangun Ulang di WWDC 2026, Kini Bisa Membaca Layar dan Data Pribadi

Author: Redaksi Android62

Apple membawa perubahan terbesar pada Siri di WWDC 2026 dengan pendekatan yang jauh lebih kontekstual. Asisten ini kini mampu memahami isi layar, menghubungkan data pribadi lintas aplikasi, dan tetap berjalan dengan fondasi privasi yang menjadi ciri ekosistem Apple.

Pembaruan tersebut menandai pergeseran Siri dari sekadar asisten suara menjadi agen percakapan yang lebih aktif. Dampaknya tidak hanya dirasakan di iPhone, tetapi juga di iPad, Mac, dan perangkat lain yang masuk ke generasi terbaru Apple Intelligence.

Siri yang lebih paham konteks layar

Salah satu lompatan paling menonjol adalah kemampuan onscreen awareness. Siri dapat membaca apa yang sedang tampil di layar, lalu mengeksekusi perintah berlapis tanpa pengguna harus mengulang konteks dari awal.

Contohnya, saat sebuah email menampilkan konfirmasi penerbangan, Siri bisa diminta langsung menambahkannya ke kalender dan mengirim detailnya ke orang lain. Sistem akan memanfaatkan elemen visual yang terlihat di layar untuk menjalankan perintah itu secara langsung.

Apple juga memperluas pemahaman konteks personal. Siri dapat menelusuri Messages, Mail, Photos, Files, dan Notes untuk menemukan informasi lama yang relevan, lalu menggunakannya kembali dalam tugas baru.

Dengan cara ini, pencarian dan tindakan lanjutan dapat berlangsung lebih alami. Pengguna tidak perlu terus-menerus menyusun ulang instruksi saat ingin memanfaatkan data yang tersebar di berbagai aplikasi.

Percakapan lebih mulus di seluruh perangkat

Apple menyiapkan aplikasi Siri khusus yang menyinkronkan riwayat percakapan dan konteks melalui iCloud di iPhone, iPad, dan Mac. Artinya, percakapan tidak lagi terasa terputus ketika pengguna berpindah perangkat.

Model percakapan barunya juga mendukung koreksi alami di tengah kalimat dan perintah yang belum lengkap. Pengguna dapat mengubah instruksi saat proses berjalan tanpa harus memulai dari awal.

Di balik sistem baru itu, Apple memakai arsitektur yang dikembangkan bersama Google dengan teknologi di keluarga Gemini. Pemrosesan yang lebih berat tetap dilindungi oleh Private Cloud Compute.

Apple Intelligence masuk lebih dalam ke penulisan

Pembaruan berikutnya hadir pada Writing Tools, yang kini bisa dipanggil langsung di hampir semua kolom teks di seluruh ekosistem Apple. Siri dapat membuat, mengedit, dan merapikan tulisan di banyak aplikasi tanpa membuat pengguna berpindah tempat kerja.

Pengguna cukup mendeskripsikan isi tulisan yang diinginkan, lalu Siri akan menyusun draf secara inline. Apple merancang pendekatan ini agar penulisan email, pesan, dan catatan menjadi lebih cepat dan praktis.

Apple juga menambahkan Style Mirroring di Mail dan Messages. Fitur ini menganalisis komunikasi sebelumnya dengan penerima tertentu untuk menyesuaikan nada, panjang kalimat, dan gaya penulisan.

Selain itu, proofreading sistem bekerja secara real-time saat pengguna mengetik. Fitur ini diklaim meluas ke sebagian besar aplikasi pihak ketiga, bukan hanya aplikasi bawaan Apple, dan tidak berhenti pada koreksi ejaan dasar.

Photos, Image Playground, dan penyuntingan visual

Perubahan besar lain terlihat pada Photos dan Image Playground. Apple kini membawa kemampuan generatif yang lebih fotorealistik untuk pembuatan gambar maupun penyuntingan foto.

Image Playground tidak lagi terbatas pada ilustrasi sederhana. Pengguna dapat membuat gambar fotorealistik berkualitas tinggi dan mengubah foto yang sudah ada ke gaya visual baru.

Di Photos, fitur Spatial Reframing memungkinkan perspektif foto digeser dengan sentuhan dan seret. AI kemudian mengisi bagian latar yang sebelumnya tidak terlihat agar sudut pandang baru tetap tampak natural.

Apple juga menambahkan Extend Tool untuk memperluas tepian foto, memperbaiki horizon yang miring, atau membuka crop yang terlalu sempit. Sistem akan mengisi area yang hilang dengan pencahayaan, grain, dan warna yang serasi.

Fitur Clean Up ikut ditingkatkan agar penghapusan objek pengganggu lebih akurat. Setiap gambar yang diedit dengan alat generatif ini otomatis diberi watermark tersembunyi SynthID sebagai penanda transparansi.

Visual Intelligence merambah iPad, Mac, dan Vision Pro

Visual Intelligence kini tidak lagi terbatas pada iPhone. Fitur ini hadir di iPad lewat utilitas screenshot, di Mac melalui shortcut keyboard khusus, dan di Apple Vision Pro dengan interaksi berbasis tatapan.

Pengguna bisa menyorot apa pun di layar lalu langsung bertanya ke Siri. Di Vision Pro, Visual Intelligence juga dapat dipakai untuk mengenali objek fisik di ruangan maupun konten dalam jendela aplikasi virtual.

Safari ikut mendapat fungsi AI yang lebih proaktif. Browser ini kini dapat mengelompokkan tab secara otomatis berdasarkan topik, misalnya untuk riset perjalanan yang mencakup hotel, penerbangan, dan restoran.

Pengguna juga dapat meminta Safari memantau perubahan di halaman web tertentu. Sistem akan mengirim notifikasi saat stok produk kembali tersedia atau harga turun sesuai pemantauan yang diminta.

Masuk ke Wallet, Maps, Music, dan perlindungan keluarga

Apple memperluas Apple Intelligence ke aplikasi harian lain. Di Wallet, pengguna bisa memindai struk restoran lewat Visual Intelligence, memilih item yang dipesan, lalu menghitung bagian tagihan beserta pajak dan tip sebelum membayar dengan Apple Cash.

Di Maps, AI dipakai untuk menampilkan Local Lists dan tampilan Flyover yang ditingkatkan. Sementara itu, Apple Music mendapat Lyrics Translation dan Lyrics Pronunciation berbasis AI untuk membantu memahami dan menyanyikan lagu dalam berbagai bahasa.

Fitur keamanan keluarga juga diperluas. Communication Safety kini tidak hanya memburamkan konten telanjang, tetapi juga memblokir media berisi kekerasan eksplisit dan gore untuk pengguna di bawah 18 tahun.

Orang tua dapat mewajibkan persetujuan manual untuk kontak baru. Dashboard Screen Time juga didesain ulang dengan rekomendasi time allowance yang dipersonalisasi untuk kategori hiburan dan media sosial.

Untuk kompatibilitas, generasi baru Apple Intelligence hanya hadir di perangkat tertentu. Dukungan mencakup iPhone 15 Pro, iPhone 15 Pro Max, seluruh lini iPhone 16 atau yang lebih baru, semua Mac dengan chip M1 atau lebih baru, semua iPad dengan chip M1 atau lebih baru, iPad mini dengan A17 Pro, serta Apple Vision Pro.

Apple menyebut syarat perangkat dasar tidak berubah dari tahun lalu. Beban pemrosesan yang lebih berat dialihkan ke Private Cloud Compute, sehingga tidak seluruh pekerjaan AI harus dijalankan secara lokal di perangkat.

Source: tech.sportskeeda.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru