Sisa Minuman Sering Jadi Biang Bau Botol, 7 Cara Ini Bantu Mengatasinya Lagi

Author: Redaksi Android62

Bau apek pada botol minum sering muncul karena kebiasaan yang terlihat sepele, bukan semata-mata karena sabun yang dipakai kurang kuat. Sisa minuman, kelembapan, dan bagian botol yang jarang tersentuh jadi kombinasi yang paling sering memicu aroma tidak sedap.

Masalah ini biasanya terasa lebih cepat pada tumbler yang dipakai untuk kopi, teh, susu, atau minuman manis. Jika dibiarkan, bau bisa menempel lebih lama di badan botol, tutup, bahkan sedotan.

Salah satu langkah yang sering dipakai untuk mengatasi bau adalah baking soda. American Cleaning Institute menyebut bahan ini dapat membantu menetralisir aroma yang menempel pada permukaan tertentu.

Cara penggunaannya juga sederhana. Baking soda cukup dicampur dengan air hangat, lalu dikocok di dalam botol dan didiamkan beberapa menit sebelum dibilas.

Cuka putih juga kerap dipilih ketika botol mulai berbau asam atau apek. Cleveland Clinic menyebut cuka memiliki sifat antimikroba yang dimanfaatkan untuk membantu membersihkan area tertentu.

Campuran cuka putih dan air hangat bisa direndam di dalam botol selama beberapa menit sebelum botol dicuci kembali. Langkah ini membantu mengatasi aroma yang sudah lebih kuat menempel di dalam wadah.

Bahan alami seperti lemon dan jeruk nipis juga bisa dipakai untuk memberi efek segar. Kandungan asam alaminya mendukung proses pembersihan, sementara aromanya membuat botol terasa lebih enak setelah dicuci.

Potongan lemon atau jeruk nipis dapat dimasukkan bersama air hangat ke dalam botol. Setelah itu, botol bisa dikocok perlahan, terutama bila aroma minuman yang tertinggal cukup kuat.

Selain memilih bahan pembersih, bagian yang dibersihkan juga menentukan hasilnya. Spons biasa sering tidak cukup untuk menjangkau dasar botol dan sela-sela sempit, terutama pada botol yang tinggi.

Sikat khusus botol membantu membersihkan area yang sulit dijangkau tangan. Centers for Disease Control and Prevention menekankan pentingnya membersihkan bagian tersembunyi untuk membantu mengurangi pertumbuhan bakteri.

Tutup dan sedotan juga tidak boleh dilewatkan karena kotoran sering menumpuk di sana. Bagian-bagian ini kerap menjadi sumber bau yang bertahan meski badan botol sudah terlihat bersih.

Setelah dicuci, botol perlu benar-benar kering sebelum ditutup kembali. Botol yang masih lembap lebih mudah memunculkan bau apek dan jamur.

CDC menyebut area lembap menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme berkembang. Karena itu, menutup botol dalam kondisi basah justru bisa memperpanjang masalah bau.

Kebiasaan lain yang sering memicu bau adalah membiarkan minuman terlalu lama di dalam botol. Kopi, susu, teh, atau minuman manis yang disimpan terlalu lama dapat meninggalkan sisa cairan yang makin sulit dibersihkan.

United States Department of Agriculture menyebut makanan dan minuman yang dibiarkan terlalu lama dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri. Karena itu, botol sebaiknya segera dicuci setelah dipakai agar aroma tidak sempat menempel terlalu lama.

Di antara berbagai cara itu, air hangat dan sabun tetap menjadi dasar perawatan yang paling sederhana. Merendam botol dengan air hangat dan sabun cuci membantu melonggarkan noda serta sisa minuman yang menempel pada permukaan botol.

Air hangat juga membuat proses pembersihan lebih efektif dibanding air dingin. Setelah direndam beberapa menit, botol bisa disikat bagian dalamnya agar hasilnya lebih bersih dan segar.

Perawatan rutin seperti ini bukan hanya menjaga botol tetap nyaman dipakai, tetapi juga membantu mengurangi paparan bakteri dan jamur. Dengan kebiasaan membersihkan yang tepat, botol minum bisa tetap higienis dan tidak mudah berbau apek.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru