Skema closed loop yang diterapkan Polda Jawa Barat dirancang untuk menahan petani binaan agar tidak jatuh ke jeratan tengkulak. Pola ini membuat alur bantuan, permodalan, produksi, dan penjualan hasil panen berjalan dalam satu rantai yang lebih terkontrol dari hulu ke hilir.
Dalam skema itu, petani tidak lagi menerima modal kerja dalam bentuk uang tunai. Bantuan dialihkan menjadi barang yang langsung dipakai untuk produksi, seperti bibit, alat, pupuk, hingga dukungan sampai masa panen.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menempatkan perlindungan petani sebagai prioritas dalam penguatan sektor pangan di Jawa Barat. Ia menilai modal yang diarahkan langsung ke produksi lebih tepat sasaran dan lebih kecil peluangnya keluar dari kebutuhan usaha tani.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan yang kerap membuka ruang permainan tengkulak. Dengan alur yang lebih tertutup, petani binaan diharapkan punya posisi yang lebih aman saat menjalankan usaha taninya.
Pembiayaan diarahkan langsung ke kegiatan tani
Di sisi pendanaan, perbankan yang tergabung dalam Himbara telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR hingga Rp 23,7 miliar kepada kelompok tani binaan Polda Jabar. Selain itu, Primkopol juga memberikan pinjaman modal antara Rp 10 juta hingga Rp 30 juta per petani.
Pola bantuan seperti ini membuat petani mendapat dukungan yang sesuai kebutuhan produksi. Aliran dana tidak dibiarkan lepas ke penggunaan lain yang justru bisa melemahkan kemampuan petani saat menghadapi panen.
Jalur penjualan panen dibuat lebih aman
Pengamanan petani tidak berhenti di tahap budidaya. Setelah panen, hasil produksi juga disiapkan agar memiliki jalur pembelian yang jelas dan tidak hanya bergantung pada satu pihak.
Perum Bulog dilibatkan untuk menyerap hasil panen kelompok tani, sementara Polri juga menjalin kerja sama dengan sektor swasta. Beberapa penyedia makanan ternak ikut membeli hasil panen petani, sehingga jalur penjualan menjadi lebih beragam.
Kepala Perum Bulog Divre Jawa Barat melaporkan adanya peningkatan penyerapan komoditas jagung yang signifikan pada kuartal ini dibanding periode yang sama tahun lalu. Bulog juga disebut telah mendistribusikan dan mengamankan cadangan hingga 7.000 ton jagung.
Lahan tanam ikut didorong bertambah
Dukungan di lapangan juga datang dari Perum Perhutani dan PTPN melalui penyediaan lahan. Dari lahan yang tersedia, area yang sudah ditanami mencapai 12.500 hektare atau sekitar 41 persen dari total potensi lahan.
Rudi mengapresiasi keterlibatan Forkopimda Jawa Barat, Pemkab Indramayu, TNI, Kejaksaan, dan para petani dalam penguatan program pangan tersebut. Kolaborasi itu dipandang penting untuk menjaga Jawa Barat tetap berada dalam posisi swasembada pangan seperti yang dicita-citakan Presiden Prabowo Subianto.
Model closed loop kemudian menjadi penghubung yang menyatukan modal, produksi, dan pembelian hasil panen dalam satu sistem yang lebih terukur. Bagi petani binaan, pola ini memberi jalur yang lebih aman sekaligus mempersempit ruang gerak tengkulak di lapangan.
Source: rejabar.republika.co.id






