Skema Identitas Curian Bantu Korea Utara Menyusup Ke Perusahaan AS, Dua Warga Amerika Ditangkap

Author: Redaksi Android62

Dua warga Amerika Serikat dijatuhi hukuman penjara setelah terlibat dalam skema yang disebut membantu pekerja teknologi informasi dari Korea Utara menyusup ke perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat. Dalam perkara ini, Departemen Kehakiman AS menilai modus tersebut bukan sekadar penipuan tenaga kerja, melainkan juga jalur yang berpotensi membuka akses ke sistem internal perusahaan tanpa sepengetahuan pemilik usaha.

Skema itu berjalan dengan memanfaatkan identitas warga Amerika yang dicuri untuk menyamarkan proses perekrutan. Akibatnya, pekerja IT yang terkait dengan Korea Utara bisa terlihat sebagai kandidat kerja yang sah dan bahkan tercatat dalam daftar gaji perusahaan yang merasa telah mempekerjakan orang asli Amerika.

Identitas warga AS dipakai untuk membangun penyamaran

Menurut keterangan yang dikutip dari Tom’s Hardware, para terdakwa bersama sejumlah orang lain diduga mencuri identitas lebih dari 80 warga AS. Identitas tersebut kemudian dipakai untuk melamar ke lebih dari 100 perusahaan di Amerika Serikat, termasuk sejumlah perusahaan besar dalam daftar Fortune 500.

Pola ini menunjukkan bahwa skema tersebut tidak berdiri sebagai aksi tunggal. Identitas curian dipakai untuk membentuk profil kerja palsu, sehingga pelaku yang sesungguhnya berkaitan dengan Korea Utara bisa masuk ke lingkungan perusahaan dengan tampilan yang meyakinkan.

Perusahaan fiktif dibangun sebagai lapisan tambahan

Selain memakai identitas palsu, para pelaku juga disebut mendirikan perusahaan fiktif untuk membuat kegiatan mereka terlihat sah. Departemen Kehakiman menyebut beberapa entitas yang digunakan dalam skema itu, termasuk Hopana Tech LLC, Tony WKJ LLC, dan Independent Lab LLC.

Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut diduga berfungsi sebagai penutup tambahan dalam alur operasional. Dengan tampilan bisnis yang seolah resmi, penempatan pekerja dan pergerakan dana bisa berjalan lebih rapi, meski pada kenyataannya dipakai untuk menopang operasi yang menipu perusahaan-perusahaan di Amerika.

Kerugian mencapai jutaan dolar

Dampak dari kasus ini tidak berhenti pada pencurian identitas. Setidaknya lebih dari US$3 juta atau sekitar Rp 51,5 miliar disebut harus dikeluarkan perusahaan terdampak untuk biaya hukum, perbaikan jaringan komputer, dan kerugian lain.

Besarnya kerugian itu memperlihatkan bahwa skema semacam ini bisa meninggalkan beban finansial yang berat bagi korban. Perusahaan juga harus menghadapi risiko operasional ketika sistem internal mereka diduga sudah diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Peran Keija Wang dan Zhenxing Wang

Departemen Kehakiman menjelaskan bahwa Keija Wang bertemu seorang mantan teman sekelasnya dari Korea Utara saat bepergian ke Shenyang dan Dandong, China. Dari pertemuan itu, ia kemudian terlibat dalam kejahatan yang membantu pekerja IT Korea Utara menyusup ke perusahaan-perusahaan AS.

Dalam skema tersebut, Keija Wang disebut bertindak sebagai manajer operasi di Amerika Serikat. Ia mengoordinasikan lima fasilitator lain, termasuk Zhenxing Wang, untuk menjalankan rangkaian tindakan mulai dari pencurian identitas hingga penempatan pekerja ke berbagai perusahaan.

Keduanya telah dijatuhi hukuman penjara. Keija Wang dihukum 9 tahun, sedangkan Zhenxing Wang mendapat hukuman 7 tahun 8 bulan, ditambah tiga tahun masa percobaan.

Pengembalian dana dan pesan penegakan hukum

Selain hukuman penjara, keduanya juga diwajibkan mengembalikan total US$600 ribu atau sekitar Rp 10,3 miliar yang dibayarkan kepada Korea Utara. Langkah ini menunjukkan bahwa aparat tidak hanya menyorot pelaku di lapangan, tetapi juga aliran dana yang memungkinkan operasi tersebut terus berjalan.

Asisten Jaksa Agung Keamanan Nasional, John A. Eisenberg, mengatakan praktik semacam ini memiliki dampak lebih luas daripada urusan administrasi ketenagakerjaan. Menurutnya, penipuan tersebut berpotensi mengancam keamanan nasional karena memberi jalan masuk ke sistem komputer perusahaan AS.

Kasus ini menegaskan bahwa ancaman terhadap perusahaan tidak selalu muncul dalam bentuk peretasan langsung. Dalam skema ini, identitas curian, penyamaran pekerja, dan perusahaan fiktif digerakkan bersama untuk menembus lingkungan bisnis di Amerika Serikat.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru