Skincare Bukan Ikut Tren, Begini Cara Aman Memilih Produk Menurut Dokter

Skincare yang tampak populer di media sosial belum tentu aman untuk semua orang. Produk yang cepat ramai justru sering dibeli tanpa mempertimbangkan kebutuhan kulit, lalu memunculkan masalah baru yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

Karena itu, langkah paling penting bukan memilih produk yang sedang tren, melainkan mengenali kondisi kulit terlebih dahulu. dr. Wiwi Rahayu, Dipl.CIBTAC, menekankan bahwa setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda, sehingga perawatan harus disesuaikan sejak awal.

Kenali jenis kulit sebelum membeli

Jenis kulit umumnya terbagi menjadi normal, berminyak, kering, kombinasi, dan sensitif. Produk yang cocok untuk orang lain belum tentu memberi hasil yang sama, karena kebutuhan kulit setiap orang tidak seragam.

dr. Wiwi juga mengingatkan agar masyarakat memilih produk yang memiliki izin edar resmi dan kandungannya sesuai dengan masalah kulit yang ingin ditangani. Langkah ini dinilai jauh lebih aman daripada mengikuti klaim yang beredar di media sosial.

Jenis KulitCatatan PentingRisiko Jika Salah Pilih
NormalTetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulitBisa tidak efektif bila kandungan tidak tepat
BerminyakPilih produk yang mendukung masalah minyak berlebihBerpotensi memicu ketidakseimbangan kulit
KeringButuh perhatian pada kelembapan kulitRisiko kulit makin kering dan mudah iritasi
KombinasiPerlu penyesuaian karena kondisi kulit tidak seragamMasalah kulit bisa muncul di area tertentu
SensitifHarus lebih selektif terhadap kandungan produkMudah bereaksi terhadap produk yang tidak cocok

Klaim hasil instan perlu diwaspadai

Di sisi lain, produk yang menjanjikan perubahan cepat patut dicurigai. dr. Wiwi menyebut efek instan pada skincare abal-abal bisa berasal dari kandungan berbahaya seperti merkuri dan steroid.

Bahan tersebut memang dapat memberi perubahan cepat, tetapi risikonya jauh lebih besar bagi kesehatan kulit. Dalam jangka panjang, kulit bisa mengalami kerusakan pada skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Kerusakan kulit tidak selalu langsung terasa

Ketika skin barrier terganggu, kulit dapat menjadi lebih tipis, mudah iritasi, berjerawat, kemerahan, dan muncul flek hitam yang sulit diatasi. Kerusakan seperti ini sering baru disadari setelah kondisinya cukup parah.

Pemulihan skin barrier umumnya juga membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan perubahan instan yang dijanjikan produk ilegal. Karena itu, memilih produk aman sejak awal lebih masuk akal daripada mengejar hasil cepat yang berisiko.

Tanda skin barrier mulai rusak

Menurut dr. Wiwi, kulit yang mulai bermasalah biasanya terasa perih saat memakai skincare, tampak kemerahan, kering, dan mengelupas. Kulit juga bisa menjadi sangat sensitif terhadap berbagai produk maupun paparan sinar matahari.

Jika gejala tersebut terus berlanjut atau justru memburuk, masyarakat disarankan segera berkonsultasi ke dokter. Pemeriksaan langsung diperlukan agar penyebabnya diketahui dan penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi kulit.

Perawatan yang aman tetap harus konsisten

Selain memilih produk yang tepat, perawatan kulit yang sehat juga bergantung pada kebiasaan yang konsisten. dr. Wiwi mengingatkan agar skincare digunakan sesuai kebutuhan, sunscreen dipakai setiap hari, dan kebiasaan berganti-ganti produk tanpa alasan jelas dihindari.

Kondisi kulit juga dipengaruhi oleh pola hidup. Makanan bergizi seimbang, cukup minum air putih, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres ikut membantu menjaga kulit tetap sehat dari dalam.

Karena itu, merawat kulit tidak bisa mengandalkan jalan pintas. Pilihan yang aman, kebiasaan yang teratur, dan konsultasi saat muncul masalah menjadi langkah yang lebih bijak daripada sekadar mengikuti tren.

Berita Terkait