Skor Bulu Tangkis Resmi Turun Jadi 15 Poin, Aturan Baru Berlaku Mulai 4 Januari 2027

Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF resmi mengubah arah kompetisi bulu tangkis lewat keputusan besar pada sistem skor pertandingan. Mulai 4 Januari 2027, format 15×3 akan menggantikan pola lama 21×3 dan menjadi standar baru dalam laga resmi.

Keputusan itu lahir dari rapat tahunan BWF di Horsens, Denmark, setelah voting dalam 87th BWF Annual General Meeting menghasilkan 198 suara setuju dan 43 suara menolak. Dukungan yang jauh lebih besar dari jumlah penolakan menunjukkan bahwa perubahan ini mendapat sambutan kuat di level anggota federasi.

Dengan format baru tersebut, setiap pertandingan akan tetap memakai sistem best of three games. Bedanya, tiap gim kini selesai saat salah satu pemain atau pasangan mencapai 15 poin, bukan 21 poin seperti sebelumnya.

Perubahan angka target itu tidak sekadar mempersingkat permainan. Dalam sistem 15 poin, setiap reli menjadi lebih bernilai karena ruang untuk mengejar ketertinggalan menjadi lebih sempit dibanding format lama.

Hal ini diperkirakan akan ikut mengubah tempo pertandingan di lapangan. Laga berpotensi berjalan lebih cepat, sementara pemain dituntut langsung siap sejak awal karena start lambat bisa lebih cepat memengaruhi hasil gim.

Dari sisi taktik, sistem baru juga menempatkan poin-poin awal sebagai bagian yang sangat menentukan. Atlet tidak lagi memiliki kelonggaran sebesar sebelumnya untuk membangun ritme secara perlahan, sehingga efisiensi permainan akan semakin penting.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia atau PBSI telah menyebut bahwa sistem skor 15 poin x 3 gim itu akan mulai berlaku pada 4 Januari 2027. Jeda waktu yang masih tersisa memberi peluang bagi federasi anggota BWF untuk menyesuaikan persiapan masing-masing.

PBSI juga menyatakan akan segera mengkaji dampak perubahan tersebut. Langkah ini diperlukan agar atlet Indonesia tetap siap menghadapi penyesuaian format ketika aturan baru mulai diterapkan di turnamen resmi.

Bagi pelatih dan pemain, pembaruan ini berarti penyesuaian pada banyak aspek latihan. Persiapan fisik, pengelolaan tempo, dan cara mengambil momentum akan menjadi semakin penting dalam format yang lebih singkat.

Karena setiap poin memiliki bobot yang lebih besar, kesalahan kecil bisa langsung terasa pengaruhnya terhadap jalannya gim. Situasi itu membuat pertandingan bulu tangkis di masa depan diperkirakan hadir dengan ritme yang lebih padat dan keputusan yang lebih cepat di setiap fase permainan.

Dengan keputusan ini, BWF memasuki fase baru dalam penyelenggaraan bulu tangkis internasional. Seluruh federasi anggota kini bergerak menuju masa transisi sebelum format 15×3 resmi menjadi standar pertandingan mulai 4 Januari 2027.

Source: www.cnnindonesia.com

Berita Terkait