Sky baru saja menutup pintu rapat-rapat untuk pesaing yang ingin masuk ke siaran Formula 1 di tiga pasar penting Eropa. Lewat perpanjangan kontrak terbaru, Inggris, Irlandia, dan Italia tetap berada dalam kendali Sky untuk waktu yang sangat panjang.
Bagi Apple, langkah itu jelas bukan kabar yang diharapkan. Perusahaan teknologi tersebut sedang bersiap memegang hak siar Formula 1 di Amerika Serikat mulai musim 2026 melalui Apple TV+, tetapi peluang memperluas langkah serupa ke Inggris dan Italia kini tertahan jauh lebih lama.
Sky memperkuat cengkeraman di pasar kunci
Di Inggris dan Irlandia, hak siar Formula 1 milik Sky kini diperpanjang sampai 2034. Untuk Italia, kesepakatan barunya berlaku hingga 2032, sehingga tiga pasar besar itu tetap aman di tangan penyiar yang sama.
Langkah ini membuat ruang gerak Apple menyempit. Negara seperti Inggris dan Italia punya basis penggemar Formula 1 yang besar, sehingga kepemilikan hak siar di sana memiliki nilai strategis yang tinggi.
Sky bukan pendatang baru dalam urusan ini. Perusahaan tersebut memang sudah memegang siaran Formula 1 di Inggris, Irlandia, dan Italia sebelum kontrak terbaru diumumkan.
Nilai bisnisnya sangat besar
Perpanjangan di Inggris dan Irlandia disebut bernilai sekitar US$270 juta per tahun. Jika dijumlahkan selama masa kontraknya, total nilainya mencapai sekitar US$1,35 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa hak siar Formula 1 bukan sekadar urusan konten olahraga biasa. Dalam persaingan layanan streaming yang semakin ketat, aset seperti ini juga menjadi alat penting untuk menjaga posisi pasar.
Italia juga termasuk wilayah yang diperhitungkan besar dalam peta Formula 1. Karena itu, kontrak yang berlaku hingga 2032 membuat salah satu target ekspansi internasional yang menarik bagi Apple ikut terkunci.
Apple masih punya jalan di Amerika Serikat
Walau tertahan di Eropa, Apple tetap akan masuk ke siaran Formula 1 di pasar lain. Apple TV+ akan menjadi rumah baru Formula 1 di Amerika Serikat mulai musim 2026.
Langkah itu memperlihatkan ambisi Apple di olahraga langsung, terutama pada segmen premium. Namun, ekspansi seperti ini berjalan berbeda di tiap negara karena hak siar olahraga umumnya diikat kontrak jangka panjang.
Itulah sebabnya peluang Apple untuk menembus negara lain tidak bisa datang serentak. Jadwal perpanjangan yang berbeda di setiap pasar membuat ruang masuk selalu bergantung pada waktu yang tepat.
Peta persaingan makin jelas
Dengan kesepakatan baru ini, Sky tidak hanya mempertahankan wilayahnya, tetapi juga melakukannya lebih awal sebelum persaingan melebar. Langkah semacam ini juga menutup kemungkinan perang penawaran dengan pemain lain dalam waktu dekat.
Hasilnya, peta hak siar Formula 1 kini semakin tegas. Amerika Serikat akan memasuki era Apple mulai musim 2026, sementara Inggris, Irlandia, dan Italia tetap berada di bawah kendali Sky hingga 2034 dan 2032.
