Daging sapi tidak selalu harus dimasak dengan presto untuk mendapatkan tekstur yang empuk. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak awal, mulai dari cara memotong, memilih bahan pelunak, hingga mengatur proses memasaknya agar serat daging lebih mudah lunak.
Kuncinya terletak pada kombinasi teknik yang tepat, bukan hanya pada lama memasak. Dengan perlakuan yang sesuai, daging juga bisa lebih cepat menyerap bumbu sehingga hasil akhirnya terasa lebih gurih saat disajikan.
Mulai dari arah potongan daging
Langkah paling dasar justru ada pada cara mengiris. Daging sapi sebaiknya dipotong berlawanan arah serat agar jaringan otot menjadi lebih pendek dan lebih mudah dikunyah.
Ketebalan potongan juga perlu diperhatikan. Untuk olahan seperti rendang atau satai, potongan sekitar 1–2 cm disebut ideal karena membantu daging matang lebih cepat tanpa mudah keras.
Teknik sederhana untuk memutus urat
Selain dipotong dengan benar, daging juga bisa dilunakkan dengan cara dipukul perlahan. Cara ini membantu memutus urat tanpa merusak bentuk daging secara berlebihan.
Alat yang digunakan pun tidak harus khusus. Meat hammer, ulekan, sampai kaleng makanan bisa dipakai, asalkan daging dibungkus lebih dulu agar tetap higienis.
Bahan dapur yang ikut membantu melunakkan
Sejumlah bahan alami di dapur dapat dimanfaatkan untuk membuat daging lebih empuk. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyebut nanas, daun pepaya, dan jahe sebagai bahan yang punya enzim berbeda untuk membantu pelunakan.
Nanas mengandung bromelain yang dapat memutus serat otot. Nanas diparut lalu dioleskan ke daging selama 10–30 menit, setelah itu sisa nanas dibersihkan sebelum proses masak dimulai.
Daun pepaya juga bisa dipakai karena mengandung papain yang mampu menguraikan protein pada daging. Daun cukup dibersihkan, diremas agar getah pahitnya hilang, lalu digunakan membungkus daging selama 10 menit.
Jahe memiliki zat zingibain yang berperan menguraikan protein. Daging cukup dilumuri parutan jahe selama 30 menit agar teksturnya lebih lunak.
Memasak bertahap juga berpengaruh
Cara memasak turut menentukan hasil akhir. Salah satu metode yang disebut efektif adalah teknik 5-30-7 menit, yaitu daging direbus selama 5 menit, kompor dimatikan dan panci ditutup selama 30 menit, lalu dimasak lagi selama 7 menit.
Metode ini disebut bisa membantu menghemat gas sekaligus membuat daging lebih lunak. Jika tersedia, panci presto juga dapat dipakai karena tekanan di dalamnya mempercepat pelunakan daging dalam 15–20 menit.
Api kecil membuat serat lebih perlahan terbuka
Slow cooking menjadi pilihan lain untuk menghasilkan daging yang empuk. IPB University menjelaskan bahwa teknik ini memakai api kecil agar panas meresap perlahan ke serat daging.
Proses itu membuat serat terbuka bertahap sehingga tekstur daging menjadi lebih lunak. Slow cooking juga membantu bumbu meresap lebih dalam, sementara air yang menyusut perlahan ikut mengunci rasa dalam masakan.
Dengan langkah yang tepat sejak pemotongan hingga proses memasak, daging sapi bisa tetap empuk tanpa harus bergantung pada presto. Pilihannya bisa disesuaikan dengan alat dan bahan yang tersedia di rumah.
Source: yoursay.suara.com






