SMA Fatih Aceh Masuk Sekolah Garuda, Dari Misi Tsunami Menuju Talenta Global

Author: Redaksi Android62

SMA Fatih Bilingual School di Aceh terpilih masuk Program Sekolah Garuda Transformasi menjelang Tahun Ajaran 2026/2027. Penetapan ini menempatkan sekolah yang lahir pada masa pemulihan pascatsunami sebagai salah satu institusi yang akan diperkuat untuk menyiapkan talenta global.

Program tersebut diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Kemdiktisaintek. Sekolah Garuda Transformasi dirancang untuk membantu SMA dan MA berpotensi kuat mengoptimalkan pengembangan peserta didik menuju perguruan tinggi terbaik dunia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan Sekolah Garuda lahir dari visi Presiden RI melalui Program Hasil Terbaik Cepat. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sekolah unggul di berbagai daerah Indonesia.

Penguatan Talenta dan Pembelajaran

SMA Fatih dipandang layak masuk program karena konsisten mengembangkan pembelajaran berbasis STEM, proyek, dan teknologi digital. Sekolah juga menjalankan pembinaan talenta serta kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan nasional dan internasional.

Kepala SMA Fatih Bilingual School, Sudarman, menilai kepercayaan tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Menurutnya, sekolah berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.

Pengembangan siswa di Fatih tidak hanya diarahkan pada capaian akademik. Sekolah juga menaruh perhatian pada karakter, kepemimpinan, dan daya saing global sebagai bekal siswa untuk memberi kontribusi bagi Indonesia maupun dunia.

Aspek Keterangan
Tahun berdiri 2005
Peresmian gedung 2006
Status sekolah Sekolah Pendidikan Kerja Sama (SPK)
Kurikulum Kurikulum Nasional dan Kurikulum Cambridge

Menguatkan Riset hingga Kecakapan Digital

Ke depan, SMA Fatih akan memperkuat budaya riset, literasi, numerasi, inovasi, dan kecakapan digital. Langkah itu akan disertai perluasan kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, lembaga riset, serta mitra internasional.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Arah pengembangan ini sejalan dengan posisi Fatih dalam Program Sekolah Garuda Transformasi.

Berawal dari Pemulihan Aceh

Perjalanan sekolah ini bermula setelah tsunami Aceh 2004 menghancurkan banyak fasilitas publik, termasuk sekolah. Dalam situasi tersebut, banyak anak kehilangan ruang belajar, buku, dan kesempatan melanjutkan pendidikan secara layak.

Yayasan Fatih Indonesia bersama relawan kemanusiaan dari berbagai negara kemudian mendirikan Fatih Bilingual School pada 2005. Kehadiran sekolah itu menjadi bagian dari upaya memulihkan masa depan generasi Aceh melalui pendidikan.

Gedung sekolah diresmikan pada 2006 dengan kehadiran Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Prof. Bambang Sudibyo, dan Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin. Sejak itu, Fatih berkembang melalui prestasi akademik dan nonakademik pada tingkat nasional maupun internasional.

Sejak 2017, sekolah ini berstatus Sekolah Pendidikan Kerja Sama atau SPK. Model pembelajarannya mengintegrasikan Kurikulum Nasional dan Kurikulum Cambridge untuk mendukung pendidikan bilingual.

Perjalanan dari sekolah pemulihan pascabencana hingga menjadi bagian dari Sekolah Garuda menunjukkan daya tahan pendidikan di Aceh. Fatih kini membawa amanah untuk terus mengembangkan generasi yang siap bersaing dalam lingkungan global.

Berita Terbaru