SMAN 1 Kemalang Kini Berdiri Di Lereng Merapi, Anak-Anak Tak Lagi Menumpang Di Rumah Warga

Author: Redaksi Android62

Warga Kemalang, Kabupaten Klaten, kini tidak lagi harus menitipkan anak-anak mereka belajar jauh dari lingkungan sendiri untuk bisa masuk SMA negeri. SMAN 1 Kemalang resmi berdiri dan menjadi satu-satunya SMA negeri di wilayah lereng Merapi itu, sehingga kebutuhan lama masyarakat akhirnya terjawab.

Kehadiran sekolah ini langsung memberi dampak besar bagi keluarga di daerah yang sebelumnya masuk kategori blank spot. Para siswa yang dulu harus pergi belasan kilometer ke wilayah lain kini memiliki tempat belajar yang lebih dekat dan lebih pasti.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut pembangunan SMAN 1 Kemalang sebagai bagian dari pemerataan pendidikan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pendidikan harus bisa diakses seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menjadi bentuk kehadiran negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Luthfi juga menilai pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dan tolok ukur kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia menyebut kehadiran sekolah negeri baru di Kemalang sebagai langkah yang layak dibanggakan meski kondisi fiskal masih terbatas.

Sebelum berstatus sekolah negeri mandiri, layanan pendidikan di Kemalang berawal dari kelas jauh pada tahun ajaran 2021/2022. Saat itu, kelas tersebut menginduk ke SMAN 1 Karangnongko dengan dua rombongan belajar dan 72 siswa.

Perkembangannya terus berlanjut hingga tahun ajaran 2025/2026. Jumlah siswa naik menjadi 260 orang, sementara proses belajar sempat berlangsung di rumah-rumah warga karena ruang di SMAN 1 Karangnongko tidak mencukupi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan bahwa permintaan masyarakat untuk membangun SMA di Kemalang terus menguat dari tahun ke tahun. Dorongan itu akhirnya terjawab setelah sekolah tersebut resmi dioperasikan.

Bagi warga setempat, SMAN 1 Kemalang bukan sekadar bangunan baru. Rifani Dwi Alikah Putri, warga Desa Santan, mengatakan teman-temannya kini tidak perlu lagi pergi jauh ke Karangnongko atau ke Klaten kota untuk bersekolah.

Warga lain, Nurmala Putri Masdiani, menilai sekolah itu menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah pinggiran. Ia juga menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas berdirinya SMAN 1 Kemalang.

Untuk tahun ajaran 2025/2026, angkatan pertama sekolah ini disiapkan untuk tiga rombongan kelas. Kehadiran unit baru tersebut diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan pendidikan di kawasan yang selama ini kekurangan akses SMA negeri.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyebut SMAN 1 Kemalang sebagai salah satu upaya memenuhi harapan masyarakat di daerah blank spot. Selain sekolah ini, ada empat unit sekolah baru lain yang sudah beroperasi, yakni SMAN 1 Garung Wonosobo, SMAN 6 Kota Tegal, SMKN 1 Karangjambu-Purbalingga, dan SMKN 1 Tulis-Batang.

Masing-masing unit sekolah baru itu memiliki daya tampung 108 siswa. Total kapasitas dari empat sekolah tersebut mencapai 540 siswa.

Upaya pemerataan pendidikan di Jawa Tengah tidak berhenti pada pembangunan sekolah baru. Pemprov Jateng juga menjalankan program Sekolah Kemitraan dengan menggandeng 139 sekolah swasta di Jawa Tengah.

Dari program itu, total daya tampung mencapai 5.004 siswa. Pemerintah provinsi juga menyebut adanya kemitraan dengan Sekolah Keberbakatan Olahraga dan SMK Negeri Jateng, sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan bagi masyarakat.

Source: kilasdaerah.kompas.com
Berita Terbaru