Snap Bawa Specs ke Pasar, Kacamata AR Mandiri Ini Langsung Bidik Ray-Ban Meta

Snap akhirnya menjual kacamata augmented reality andalannya ke publik lewat Specs, langkah yang langsung menempatkannya di jalur benturan dengan pemain besar di pasar wearable pintar. Perangkat ini dibekali kemampuan AR yang lebih kuat dan dirancang sebagai komputer yang dikenakan di wajah, bukan sekadar kacamata berkamera.

Kehadiran Specs juga menandai perubahan penting bagi Snap. Selama ini lini kacamata pintarnya, Spectacles, lebih banyak muncul sebagai prototipe untuk pengembang, sehingga penjualan ke konsumen menjadi babak baru bagi perusahaan induk Snapchat itu.

Desain mandiri tanpa modul tambahan

Salah satu poin yang paling ditegaskan Snap adalah desainnya yang mandiri. Specs tidak membutuhkan kabel maupun puck, sehingga pengalaman pakainya dibuat lebih ringkas dibanding banyak perangkat AR lain yang masih bergantung pada modul eksternal.

Puck sendiri merupakan modul perangkat keras kecil dan pipih yang biasanya dipakai untuk menyimpan komputasi atau baterai di luar perangkat utama. Dengan menghilangkan komponen itu, Snap mencoba mengurangi hambatan kenyamanan dalam pemakaian harian.

Spesifikasi tampilan dan ukuran

Specs dipasarkan dalam dua ukuran, yakni 47 milimeter dengan bobot 132 gram dan 52 milimeter dengan bobot 136 gram. Keduanya juga dirancang untuk mendukung berbagai lensa sesuai resep medis.

Di bagian tampilan, Snap menggunakan teknologi liquid crystal on silicon atau LCoS buatannya sendiri. Teknologi ini disebut memiliki bidang pandang 51 derajat dan mampu menampilkan hingga 16 juta warna.

Konten digital bisa muncul langsung di bidang pandang pengguna melalui kedua lensa. Lensa pada Specs juga dapat berubah dari transparan menjadi lebih gelap dalam sekitar 10 detik untuk menyesuaikan kondisi cahaya sekitar.

Kamera, audio, dan dukungan AI

Perangkat ini membawa kamera cahaya tampak dan kamera inframerah. Saat pengguna merekam video, lampu LED di bagian tengah bingkai akan menyala sebagai penanda.

Specs juga mendukung pemutaran audio dan video, notifikasi Bluetooth, serta asisten berbasis kecerdasan buatan atau AI. Fungsinya membuat perangkat ini tidak hanya menampilkan konten AR, tetapi juga tetap relevan sebagai perangkat komunikasi dan hiburan.

Ditenagai dua chip Snapdragon

Snap membenamkan dua prosesor Qualcomm Snapdragon ke dalam Specs, meski rincian chip yang dipakai tidak diungkap. Satu chip difokuskan untuk pemrosesan computer vision, sedangkan chip lainnya menangani pengalaman AR dan Lens.

Kombinasi itu diklaim membantu pelacakan gerakan tangan yang cepat dan latensi rendah. Snap menyebut interaksi yang lebih responsif membuat objek digital terasa lebih menyatu dengan dunia nyata.

Daya tahan baterai dan konektivitas

Untuk urusan daya, Specs diklaim mampu bertahan hingga empat jam dalam sekali pengisian. Snap juga menyiapkan casing pengisi daya yang dapat memberi empat kali isi ulang tambahan, sehingga total pemakaian disebut bisa mencapai sekitar 20 jam.

Pengisian dilakukan melalui konektor magnetik yang menempel di sisi kacamata. Kabel yang sama juga dapat dihubungkan ke smartphone, komputer, dan konsol game.

Saat tersambung ke perangkat tersebut, konten dapat ditampilkan langsung ke layar Specs. Skema ini membuat kacamata tersebut tidak hanya berfungsi sebagai perangkat AR mandiri, tetapi juga sebagai layar wearable untuk berbagai sumber konten.

Harga dan ketersediaan

Snap memasang harga Specs di level 2.195 dollar AS. Perangkat ini sudah bisa dipesan di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

Pengiriman perdana dijadwalkan mulai musim gugur, atau sekitar September hingga November 2026. Dengan jadwal itu, pasar kini tinggal menunggu apakah Specs bisa menjadi penantang serius bagi Ray-Ban Meta di tengah ramainya persaingan kacamata pintar.

Source: tekno.kompas.com

Berita Terkait