Snapdragon 6 Gen 5 Ternyata Belum Jauh Ungguli Generasi Sebelumnya

Snapdragon 6 Gen 5 mulai memberi gambaran awal lewat hasil Geekbench, dan hasilnya tidak menunjukkan lonjakan besar pada kinerja single-core. Justru peningkatan yang paling terasa muncul di pengujian multi-core, sehingga chipset baru Qualcomm ini tampak membawa perbaikan yang lebih seimbang ketimbang revolusioner.

Perangkat yang terdeteksi di Geekbench menggunakan nomor model Honor BSN-AN00 dan diyakini sebagai Honor X80 Pro Max. Skor yang tercatat adalah 1.095 untuk single-core dan 3.355 untuk multi-core, dua angka yang menjadi acuan awal untuk menilai kemampuan chipset kelas menengah tersebut.

PerangkatChipsetSkor Single-CoreSkor Multi-Core
Honor BSN-AN00 / Honor X80 Pro MaxSnapdragon 6 Gen 51.0953.355
Honor Magic 8 LiteSnapdragon 6 Gen 41.1123.124
Nothing Phone 4bSnapdragon 6 Gen 41.0883.155

Jika dibandingkan dengan Honor Magic 8 Lite yang memakai Snapdragon 6 Gen 4, hasil single-core Snapdragon 6 Gen 5 justru sedikit lebih rendah. Namun pada multi-core, chipset baru ini unggul cukup jelas dari perangkat tersebut, sehingga hasil awalnya terlihat lebih kuat untuk beban kerja yang mengandalkan banyak inti.

Perbandingan lain datang dari Nothing Phone 4b yang juga memakai Snapdragon 6 Gen 4. Ponsel itu mencatat 1.088 di single-core dan 3.155 di multi-core, sehingga Snapdragon 6 Gen 5 kembali menunjukkan keunggulan pada sisi multi-core meski tidak jauh meninggalkan generasi sebelumnya di pengujian inti tunggal.

Temuan ini penting karena Snapdragon 6 Gen 5 baru diperkenalkan Qualcomm pada Mei sebagai penerus Snapdragon 6 Gen 4. Chipset tersebut dibuat dengan proses manufaktur 4nm dan kini sudah dipakai pada Honor X80 Pro Max sebagai salah satu perangkat awal yang membawanya ke pasar.

Konfigurasi Dasar yang Sudah Terlihat

Listing Geekbench sekaligus menguatkan spesifikasi inti yang sebelumnya diumumkan Qualcomm. Snapdragon 6 Gen 5 memakai CPU octa-core Qualcomm Kryo dengan empat inti performa hingga 2,6GHz dan empat inti efisiensi hingga 2,0GHz.

Chipset ini juga mendukung RAM LPDDR5 hingga 16GB serta penyimpanan UFS 3.1. Dengan dukungan tersebut, Qualcomm tampak tetap menyiapkan fondasi yang cukup modern untuk ponsel kelas menengah.

Walau skor awalnya belum menunjukkan lompatan besar pada semua sisi CPU, data yang muncul mengindikasikan bahwa fokus pembaruan tidak hanya berhenti pada kecepatan inti tunggal. Peningkatan multi-core memberi sinyal bahwa chipset ini bisa lebih terasa saat menangani tugas paralel dan aplikasi yang memanfaatkan banyak inti sekaligus.

Honor X80 Pro Max Jadi Perangkat Awal

Honor X80 Pro Max meluncur di China dengan harga awal CNY 1.999. Perangkat ini menjadi etalase awal bagi Snapdragon 6 Gen 5, sekaligus memberikan konteks perangkat nyata untuk membaca performa chipset barunya.

Di luar chipset, ponsel ini membawa layar LTPS AMOLED 6,8 inci beresolusi 1,5K. Honor juga membekalinya dengan kamera belakang 50 megapiksel dan kamera depan 8 megapiksel.

Spesifikasi yang paling menonjol ada pada baterai 11.000mAh, disertai pengisian cepat kabel 90W dan reverse wired charging 27W. Kombinasi ini membuat Honor X80 Pro Max terlihat tidak hanya sebagai perangkat uji benchmark, tetapi juga sebagai ponsel dengan bekal daya yang sangat besar di kelasnya.

Qualcomm sendiri saat peluncuran mengklaim Snapdragon 6 Gen 5 membawa peningkatan performa GPU hingga 21 persen dibanding pendahulunya. Perusahaan itu juga menyebut peluncuran aplikasi bisa berlangsung hingga 20 persen lebih cepat.

Selain itu, Qualcomm mengiklankan pengurangan screen stutter hingga 18 persen melalui Snapdragon Smooth Motion UI. Klaim tersebut menunjukkan bahwa arah pengembangan chipset ini tidak hanya berfokus pada angka CPU mentah, tetapi juga pada pengalaman penggunaan yang lebih mulus.

Benchmark sintetis seperti Geekbench tetap belum menggambarkan performa nyata sepenuhnya dalam pemakaian harian. Hasil akhir masih bisa berubah setelah optimalisasi perangkat lunak dan pembaruan sistem diterapkan pada perangkat yang memakainya.

Untuk saat ini, Snapdragon 6 Gen 5 tampak membawa peningkatan yang belum merata, tetapi tetap memberi sinyal positif di sektor multi-core dan efisiensi pengalaman penggunaan. Gambaran yang lebih utuh baru akan terlihat ketika lebih banyak ponsel dengan chipset ini diuji dalam skenario harian.

Source: www.gadgets360.com

Berita Terkait