Solar Non-Subsidi Makin Tertekan, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

Kenaikan harga diesel non-subsidi menjadi sorotan utama dalam penyesuaian harga BBM Pertamina kali ini. Di antara seluruh produk yang berubah, Pertamina Dex mencatat lonjakan paling besar dengan tambahan Rp4.000 per liter hingga mencapai Rp27.900.

Pergerakan harga itu langsung menempatkan solar non-subsidi sebagai segmen yang paling tertekan. Sementara beberapa jenis BBM lain hanya naik tipis atau tidak berubah sama sekali, pengguna kendaraan diesel justru menghadapi penyesuaian paling tajam di SPBU Pertamina.

Lonjakan terbesar ada di Pertamina Dex

Berdasarkan informasi dari situs resmi Pertamina Patra Niaga, Pertamina Dex naik dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter. Kenaikannya setara 16,7 persen dan menjadi perubahan nominal paling besar dalam gelombang penyesuaian terbaru.

Dexlite juga ikut naik, meski tidak setajam Pertamina Dex. Harga produk itu bergerak dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter, atau naik Rp2.400 per liter sekitar 10,2 persen.

Di kelompok bensin non-subsidi, kenaikannya jauh lebih ringan. Pertamax Turbo naik Rp500 per liter dari Rp19.400 menjadi Rp19.900, sehingga tekanan harga paling besar tetap berada di lini diesel.

BBM subsidi belum bergerak

Tidak semua produk Pertamina ikut berubah dalam penyesuaian kali ini. Pertalite, Pertamax, Pertamina Bio Solar, dan Pertamina Green masih dipertahankan di level sebelumnya.

Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax masih Rp12.300 per liter. Di sisi lain, Pertamina Bio Solar masih berada di Rp6.800 per liter dan Pertamina Green tetap Rp12.900 per liter.

Kondisi itu membuat jarak harga antara BBM subsidi dan non-subsidi semakin terlihat jelas, terutama pada produk diesel. Saat Pertamina Dex sudah menyentuh Rp27.900 per liter, Pertamina Bio Solar masih tertahan jauh di bawahnya.

Daftar harga terbaru Pertamina

Setelah penyesuaian berlaku, harga beberapa produk utama Pertamina berada pada level berikut. Pertamax Turbo Rp19.900 per liter, Pertamina Dex Rp27.900 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamina Bio Solar Rp6.800 per liter, dan Pertamina Green Rp12.900 per liter.

Dari daftar itu, Pertamina Dex menjadi produk dengan lonjakan nominal paling besar. Selisih kenaikannya juga jauh melampaui Pertamax Turbo yang hanya naik Rp500 per liter.

Mengikuti pola yang lebih dulu muncul di SPBU swasta

Penyesuaian dari Pertamina datang setelah SPBU swasta lebih dulu mengubah harga pada 2 Mei 2026. Pergerakan itu terlihat di jaringan BP dan Vivo, terutama pada produk diesel.

Di BP, harga BP 92 tetap Rp12.900 per liter, tetapi BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp30.890 per liter dari sebelumnya Rp25.560 per liter. Sementara itu, di Vivo harga Revvo 92 masih Rp12.390 per liter, sedangkan Diesel Primus melonjak menjadi Rp30.890 per liter dari sebelumnya Rp14.620 per liter.

Kenaikan Diesel Primus menjadi perhatian karena lonjakannya sangat tajam. Produk dengan cetane number 51 itu pada April 2026 disebut tidak mengumumkan penyesuaian harga, sehingga perubahan kali ini terlihat semakin mencolok.

Pola yang muncul di sejumlah operator menunjukkan arah yang serupa. Kenaikan terbesar bukan terjadi pada bensin reguler, melainkan pada produk diesel, dan penyesuaian Pertamina mempertegas tren tersebut di pasar BBM non-subsidi.

Source: otodriver.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer