Harga solar nonsubsidi di SPBU swasta kini menonjol karena berada di level yang sama tinggi. BP dan VIVO sama-sama memasarkan diesel mereka di Rp 30.890 per liter, sehingga jaraknya makin jauh dari harga diesel di Pertamina.
Perubahan paling terasa datang dari lini premium milik BP. BP Ultimate Diesel yang sebelumnya masih di Rp 25.560 per liter kini melonjak Rp 5.330 per liter dan menembus batas Rp 30 ribu per liter.
BP menyesuaikan secara selektif
Di tengah kenaikan itu, BP tidak mengubah seluruh produknya sekaligus. Berdasarkan pantauan di SPBU, penyesuaian hanya terjadi pada produk diesel, sementara BP 92 tetap berada di Rp 12.390 per liter.
BP Ultimate juga belum terlihat tersedia di totem harga yang tampak. Pola ini menunjukkan BP memilih menyesuaikan harga pada segmen tertentu saja, bukan pada seluruh jajaran BBM yang dijual.
Lonjakan pada diesel premium menjadi sorotan utama karena kenaikannya sangat besar dibanding posisi sebelumnya. Dampaknya terasa langsung pada konsumen yang mencari bahan bakar diesel nonsubsidi dengan harga lebih tinggi dari bulan lalu.
VIVO ikut berada di level yang sama
Kenaikan serupa juga terjadi di VIVO melalui Diesel Primus. Harga produk tersebut kini berada di Rp 30.890 per liter, padahal sebelumnya masih tercatat Rp 14.610 per liter.
Dengan posisi yang sama di angka Rp 30.890 per liter, BP dan VIVO kini berada di level harga yang jauh lebih mahal untuk segmen solar premium. Kondisi ini membuat pasar BBM nonsubsidi terlihat semakin ketat dari sisi harga jual.
Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan harga tidak berhenti pada satu badan usaha saja. Saat dua pemain swasta besar berada di titik yang sama, beban harga pada pengguna diesel menjadi semakin terasa.
Pertamina belum ikut naik
Berbeda dari SPBU swasta, Pertamina tidak melakukan penyesuaian harga BBM per 1 Mei 2026. Harga bensin Pertalite tetap Rp 10 ribu per liter, sedangkan Pertamax masih Rp 12.300 per liter.
Untuk produk lain, Pertamax Turbo tetap Rp 19.400 per liter dan Pertamax Green berada di Rp 12.800 per liter. Pada lini diesel, harga Pertamina juga masih lebih rendah dibandingkan diesel di SPBU swasta.
Dexlite tercatat Rp 23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di Rp 23.900 per liter. Selisih ini membuat jarak harga antara BBM diesel Pertamina dan diesel swasta tampak semakin lebar.
Kenaikan mengikuti aturan pasar
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022. Aturan tersebut memberi dasar bagi badan usaha untuk menyesuaikan harga sesuai dinamika pasar.
Salah satu tekanan yang disebut ikut memicu perubahan adalah kenaikan minyak dunia setelah konflik di Timur Tengah pecah. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga mendorong penyesuaian harga di sejumlah negara lain.
Dalam situasi seperti ini, pasar BBM nonsubsidi menjadi lebih dinamis. Perbedaan harga antara SPBU swasta dan Pertamina pun semakin menonjol, terutama pada segmen diesel yang kini bergerak jauh dari posisi bulan sebelumnya.
Source: oto.detik.com






