Sony Ace Menang Atas Pemain Elite, Robot Pingpong Ini Ternyata Pintar Membaca Spin Bola

Sony lewat robot tenis meja berbasis kecerdasan buatan bernama Ace menunjukkan bahwa mesin kini sudah bisa membaca permainan dengan detail yang sangat dekat dengan cara manusia bertanding. Robot ini tidak hanya mengejar bola dengan cepat, tetapi juga memproses arah, kecepatan, dan putarannya dalam hitungan sepersekian detik.

Kemampuan itu membuat Ace tampil menonjol dalam uji coba yang dilaporkan di jurnal Nature pada April 2025. Dalam rangkaian pertandingan tersebut, robot ini menang pada tiga dari lima laga melawan pemain elite yang masing-masing punya pengalaman latihan lebih dari 10 tahun.

Ace dirancang untuk bermain sesuai aturan resmi International Table Tennis Federation. Artinya, pengembangannya tidak hanya berfokus pada gerakan dasar, tetapi juga pada tuntutan permainan yang sesungguhnya di level kompetitif.

Membaca spin dan lintasan bola

Tenis meja menuntut reaksi yang jauh lebih rumit daripada permainan digital seperti catur atau Go. Bola bisa berubah arah karena spin, melaju sangat cepat, memantul dengan pola yang sulit diprediksi, dan terus dipengaruhi strategi lawan yang berubah selama rally berlangsung.

Di titik inilah Ace mendapat perhatian besar. Robot ini mampu mengenali putaran bola sekaligus menghitung kecepatan dan arah lajunya sebelum merespons secara presisi.

Kombinasi itu penting karena dalam tenis meja, jeda sepersekian detik bisa menentukan arah poin berikutnya. Karena itu, kemampuan membaca bola menjadi sama pentingnya dengan kecepatan pukulan.

Dibantu 12 kamera dan gerak presisi

Kinerja Ace bergantung pada perpaduan perangkat keras dan sistem AI yang dibuat sangat spesifik. Robot ini memakai 12 kamera pintar untuk memantau pertandingan secara real-time.

Sembilan kamera ditempatkan di sekitar meja untuk mendeteksi posisi bola dalam ruang tiga dimensi. Tiga kamera lainnya bertugas membaca sudut gerak, kecepatan putaran, dan lintasan bola agar respons robot lebih akurat.

Di sisi mekanik, Ace memiliki delapan sendi untuk mengatur tangan dan raket. Dua sendi dipakai untuk posisi raket, dua lainnya menyesuaikan sudut pukulan, sementara tiga sendi tambahan membantu menghasilkan smash atau pukulan cepat dengan tenaga tinggi.

Susunan itu membuat Ace tetap stabil saat menghadapi bola dengan spin tajam maupun rally berkecepatan tinggi. Sistem ini juga memberi robot kemampuan untuk bergerak sesuai kebutuhan permainan yang berubah sangat cepat.

Hasil uji coba yang menarik perhatian

Dalam pertandingan uji, Ace sempat mencatat hasil yang kuat saat berhadapan dengan pemain elite berpengalaman. Namun, robot ini juga kalah dalam dua laga ketika melawan atlet profesional aktif di liga kompetitif.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Ace sudah berada di level yang sangat serius, tetapi belum sepenuhnya menaklukkan semua lawan manusia di level tertinggi. Meski begitu, pencapaian ini tetap dianggap penting karena olahraga fisik menuntut koordinasi tubuh dan refleks yang jauh lebih kompleks dibanding game strategi berbasis data.

Dengan capaian itu, Sony memperlihatkan bahwa robot olahraga tidak lagi sebatas mesin latihan sederhana. Ace memperluas batas kemampuan AI ke arena yang selama ini identik dengan keunggulan manusia.

Peluang untuk latihan atlet

Selain sebagai demonstrasi teknologi, Ace juga membuka kemungkinan baru bagi latihan atlet profesional. Robot ini bisa membantu pemain berlatih menghadapi bola cepat dengan pola acak tanpa harus selalu bergantung pada partner manusia.

Potensi penggunaannya tidak berhenti di tenis meja. Teknologi serupa dinilai dapat diterapkan pada tenis, badminton, baseball, hingga sepak bola sebagai partner latihan, analis pertandingan, atau sparring partner yang tersedia kapan saja.

Meski demikian, robot belum dipandang akan menggantikan atlet manusia sepenuhnya. Emosi, kreativitas, strategi spontan, dan mental kompetisi masih menjadi keunggulan yang belum mudah ditiru mesin.

Source: id.mashable.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer