Sony Tetap Pertahankan Jack Audio dan Slot MicroSD, Xperia Makin Langka Di Pasar Indonesia

Author: Redaksi Android62

Di tengah pasar HP yang makin seragam, Sony tetap mempertahankan ciri yang justru mulai ditinggalkan banyak merek besar. Beberapa model Xperia masih membawa jack audio 3,5 mm, slot MicroSD, dan sensor sidik jari di sisi bodi, sementara banyak flagship lain sudah beralih ke tren yang berbeda.

Pilihan itu membuat HP Sony punya tempat tersendiri di mata sebagian pengguna. Bagi orang yang masih mengandalkan kabel audio, kartu memori, dan akses sidik jari di samping perangkat, fitur seperti ini terasa lebih berguna daripada sekadar mengikuti arus pasar.

Yang menarik, Sony tidak mencoba menyasar semua segmen sekaligus. Perusahaan asal Jepang itu hanya mengandalkan dua lini utama, yaitu Xperia 1 untuk kelas flagship dan Xperia 10 untuk kelas mid-range.

Strategi tersebut membuat pilihan konsumen jauh lebih sempit dibandingkan merek lain. Sony tidak menyiapkan HP entry level, gaming phone, flagship murah, foldable, atau model lain yang dirancang untuk kebutuhan spesifik.

Dari sisi harga, Xperia 1 dibanderol sekitar Rp30 jutaan. Sementara itu, Xperia 10 dijual sekitar Rp9 jutaan.

Desain layar yang jauh dari tren umum

Salah satu pembeda paling jelas ada pada tampilan layarnya. Sony tidak memakai notch di bagian atas layar seperti banyak HP modern lain.

Sebagai gantinya, Sony memakai layar penuh dengan bezel tebal di bagian atas dan bawah. Area bezel atas dimanfaatkan untuk kamera depan, speaker, dan sejumlah sensor.

Pilihan desain ini membuat Xperia terlihat berbeda dari kebanyakan HP masa kini. Namun, bentuk tersebut bisa terasa tidak biasa bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan layar berponi atau punch hole.

Bodi panjang dan rasa genggam yang khas

Sony juga identik dengan rasio layar 21:9. GSMArena mencatat format itu hadir pada flagship seperti Sony Xperia 1 VI dan Xperia 1 V.

Bentuk layar tersebut membuat bodi ponsel terlihat panjang dan ramping. Di sisi lain, desain ini juga memberi rasa genggam yang nyaman dengan satu tangan.

Meski begitu, layar yang memanjang punya konsekuensi sendiri. Jari pengguna jadi lebih sulit menjangkau bagian ujung atau atas layar.

Karakter fisik seperti ini ikut memperkuat identitas Sony di pasar HP. Bagi penggemarnya, justru perbedaan itulah yang membuat Xperia terasa menarik dibanding Samsung, Apple, atau Xiaomi.

Kenapa tidak resmi dijual di Indonesia

Di Indonesia, HP Sony tidak dijual secara resmi. Calon pembeli biasanya harus mencarinya lewat luar negeri atau jasa titip.

Kondisi itu membuat Xperia terasa eksklusif sekaligus sulit dijangkau. Keputusan Sony untuk tidak masuk resmi ke pasar Indonesia muncul karena beberapa faktor.

Salah satunya adalah perangkat Sony yang tidak memenuhi TKDN. Selain itu, harga yang tinggi dan penilaian bahwa produknya kurang cocok dengan pasar Indonesia ikut memengaruhi langkah tersebut.

Persaingan yang berat juga mempersempit ruang gerak Sony. Ada pula anggapan bahwa pasar Indonesia kurang menguntungkan bagi perusahaan itu.

Akibatnya, Sony lebih banyak hadir sebagai merek yang dicari oleh kalangan tertentu. Di tengah pasar massal yang dipenuhi pilihan luas, Xperia justru bergerak di jalur yang lebih sempit dan sangat khas.

Source: www.idntimes.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru