Spanyol keluar sebagai favorit utama untuk menjuarai Piala Dunia 2026 menurut simulasi Opta, dengan peluang mencapai 16,1 persen. Hasil itu menempatkan mereka di atas Prancis, Inggris, dan Argentina dalam peta persaingan menuju trofi paling bergengsi di sepak bola dunia.
Prediksi tersebut muncul di tengah turnamen yang diperkirakan jauh lebih terbuka dari biasanya. Opta menjalankan 25.000 simulasi sebelum ajang dimulai, dan hanya 35,9 persen skenario yang menghasilkan juara dunia baru.
Spanyol unggul di tengah persaingan elite
Status Spanyol sebagai juara Eropa menjadi salah satu alasan utama mereka dipandang paling siap. Tim ini dinilai membawa struktur permainan yang stabil, sekaligus kombinasi kualitas pemain dan keseimbangan tim yang menonjol dibanding para pesaingnya.
Di belakang Spanyol, Prancis, Inggris, dan Argentina tetap masuk kelompok teratas calon juara. Brasil juga masih diperhitungkan besar, terlebih setelah kini ditangani Carlo Ancelotti dan masih mengejar gelar dunia pertama sejak 2002.
Format baru ikut mengubah peta turnamen
Piala Dunia 2026 akan diikuti 48 peserta yang dibagi ke dalam 12 grup. Setelah fase grup, kompetisi berlanjut ke fase gugur mulai dari 32 besar, sehingga jumlah laga dan peluang kejutan diperkirakan meningkat tajam.
Format baru itu ikut membuat persaingan terasa lebih sulit ditebak. Tim-tim unggulan harus menjaga konsistensi sejak awal, karena satu hasil buruk bisa mengubah arah perjalanan mereka menuju babak akhir.
Daftar kekuatan utama yang ikut memanaskan perebutan gelar
| Tim | Konteks | Status |
|---|---|---|
| Spanyol | Juara Eropa, favorit utama menurut simulasi Opta | 16,1 persen |
| Prancis | Juara Piala Dunia 2018 | Di atas 10 persen |
| Inggris | Mengejar gelar dunia pertama sejak 1966 | Di atas 10 persen |
| Argentina | Juara bertahan Piala Dunia 2022 | Di atas 10 persen |
| Brasil | Masih memburu gelar dunia pertama sejak 2002 | Dipandang sebagai kandidat kuat |
Argentina tetap masuk jajaran unggulan karena status mereka sebagai juara bertahan setelah menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar bersama Lionel Messi. Sementara itu, Inggris masih terus mengejar gelar dunia pertama sejak 1966, sehingga motivasi mereka tetap tinggi di turnamen mendatang.
Wakil debutan dan distribusi per konfederasi
Asia mengirim sembilan wakil melalui jalur kualifikasi AFC, sedangkan Selandia Baru menjadi satu-satunya peserta dari OFC. Afrika diwakili 10 negara, termasuk Tanjung Verde yang mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Tiga negara lain yang juga menjalani debut di putaran final adalah Curaçao, Yordania, dan Uzbekistan. Di zona CONCACAF, tiga tuan rumah yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada otomatis tampil sebagai bagian dari enam wakil kawasan tersebut.
Eropa tetap menyimpan kontras besar
Dari Eropa, ada 16 negara yang lolos ke putaran final, termasuk Jerman dan Prancis. Jerman punya rekam jejak besar dengan delapan kali tampil di final, sedangkan Italia kembali gagal lolos dan menjadi satu-satunya mantan juara dunia yang tidak tampil di turnamen ini.
Komposisi tersebut mempertegas bahwa jalan menuju takhta dunia tidak hanya ditentukan oleh nama besar. Norwegia dan Erling Haaland juga mulai mendapat sorotan karena tampil meyakinkan, meski data simulasi tetap menempatkan Spanyol di posisi terdepan.
Dengan kombinasi format baru, banyak debutan, dan deretan unggulan klasik, Piala Dunia 2026 diperkirakan menghadirkan persaingan yang lebih sulit diprediksi. Namun, berdasarkan simulasi Opta, Spanyol tetap berada di jalur paling depan untuk menguasai panggung tertinggi sepak bola dunia.
Source: bola.bisnis.com






