Spanyol Cuma Punya Satu Kunci Lawan Austria, Bola Harus Mengalir ke Lamine Yamal

Spanyol memasuki laga melawan Austria dengan rencana yang sangat jelas: memaksimalkan Lamine Yamal sebagai titik utama serangan. Marcos Llorente menegaskan bahwa timnya sedang bekerja keras untuk memastikan winger muda itu mendapat bola dalam situasi terbaik.

Di babak 32 besar Piala Dunia, pendekatan itu menjadi penting karena Spanyol ingin tampil lebih meyakinkan setelah fase grup yang belum sepenuhnya mulus. Meski lolos sebagai juara Grup H dan tetap masuk jajaran favorit turnamen, performa mereka sejauh ini masih menyisakan pekerjaan rumah.

Bola ke Yamal, biarkan duel satu lawan satu bekerja

Llorente menilai cara paling efektif bukan justru memberi terlalu banyak bantuan di sekitar Yamal. Menurut dia, Spanyol akan lebih berbahaya bila bola lebih sering dialirkan kepada sang winger dan membiarkannya menghadapi lawan langsung dalam duel satu lawan satu.

Ia juga menekankan bahwa tidak semua pemain harus terus naik membantu serangan. Dalam beberapa momen, kata Llorente, justru lebih tepat bagi pemain lain untuk menahan posisi agar struktur tim tetap terjaga dan Yamal tidak makin sulit menemukan ruang.

Yamal sendiri baru kembali membangun kebugaran setelah pulih dari cedera. Dalam tiga laga fase grup, ia hanya tampil 19 menit saat melawan Cape Verde, lalu bermain 45 menit melawan Saudi Arabia dan mencetak gol cepat, sebelum turun selama 76 menit ketika menghadapi Uruguay.

Komunikasi di lapangan jadi penentu

Llorente mengatakan hubungan di lapangan dengan Yamal masih terus berkembang. Ia menilai komunikasi menjadi kunci, baik melalui pembicaraan langsung dengan sang pemain maupun lewat arahan pelatih Luis de la Fuente.

Spanyol juga telah mempelajari video untuk menyesuaikan peran para pemain sayap dan fullback. Bagi Llorente, pertukaran pendapat dengan Yamal membantu menentukan kapan bek sayap perlu ikut naik dan kapan harus tetap menahan diri.

Saat ditanya apakah ia berbicara dengan Eric García, yang sering bermain bersama Yamal di Barcelona, Llorente menjawab bahwa ia tidak meminta tips khusus. Namun, ia mengakui penyesuaian tetap dilakukan agar pola serangan tim bisa lebih sesuai dengan kebutuhan permainan.

Nico Williams masih dipantau

Selain Yamal, Spanyol juga memantau kondisi Nico Williams setelah cedera saat melawan Uruguay. Williams sebelumnya sempat bergulat dengan masalah fisik sebelum turnamen dan bahkan sempat mengungkapkan beban emosionalnya melalui media sosial.

Llorente menggambarkan situasi itu sebagai masa yang sangat sulit bagi rekan setimnya. Meski begitu, ia menyebut Williams kini mulai terlihat lebih baik dan tetap membawa senyum seperti biasanya.

Menurut Llorente, Williams masih bisa memberi kontribusi jika Spanyol melangkah jauh di turnamen ini. Dengan skuad yang terus diuji, Spanyol berharap disiplin taktik, komunikasi yang rapi, dan suplai bola yang tepat ke Yamal cukup untuk memberi mereka keunggulan saat menghadapi Austria.

Source: www.espn.com

Berita Terkait