Spanyol membawa tantangan besar ke final Piala Dunia 2026. La Roja harus meredam Argentina yang berstatus juara bertahan tanpa mengorbankan permainan menyerang yang selama ini menjadi identitas mereka.
Kunci rencana tersebut terletak pada fleksibilitas taktik yang diyakini dimiliki skuad asuhan Luis de la Fuente. Kemampuan mengubah cara bermain sesuai tekanan dan perkembangan laga dipandang penting saat menghadapi lawan dengan kualitas Argentina.
Kapten Spanyol, Rodri, menilai kelengkapan tim menjadi alasan La Roja mampu mencapai partai puncak. Gelandang Manchester City itu menegaskan timnya tidak terpaku pada satu bentuk permainan.
“Kami adalah tim yang sangat komplet dan itulah alasan kami berada di sini,” kata Rodri seperti dikutip beIN Sports. Ia menambahkan bahwa ciri utama skuad Spanyol adalah kemampuan memainkan berbagai jenis pertandingan sesuai situasi.
Final Menguji Fleksibilitas Spanyol
Fleksibilitas menjadi modal penting karena Argentina datang sebagai pemegang gelar Piala Dunia. Rodri mengakui Spanyol harus menaikkan standar permainan untuk menghadapi kekuatan sang juara bertahan.
“Saat menghadapi Argentina, kami harus meningkatkan level permainan karena mereka adalah juara bertahan. Saya sangat yakin kami bisa melakukannya,” ujar Rodri.
Pertemuan ini memperhadapkan dua kekuatan yang sama-sama memiliki orientasi menyerang, tetapi dengan pendekatan berbeda. Spanyol perlu menjaga keseimbangan antara kontrol permainan, ketahanan pertahanan, dan keberanian menekan lawan.
De la Fuente telah membangun konsistensi permainan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir. Proses itu menghasilkan gelar UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024 sebelum timnya menembus final dunia.
| Kompetisi | Tahun | Pencapaian Spanyol |
|---|---|---|
| UEFA Nations League | 2023 | Juara |
| Euro | 2024 | Juara |
| Piala Dunia | 2026 | Finalis |
Bangkit Setelah Laga Pembuka
Langkah Spanyol menuju final tidak selalu mulus sejak awal turnamen. La Roja sempat ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde, tim debutan yang menjadi lawan pertama mereka pada fase grup.
Hasil tersebut tidak mengganggu arah perjalanan tim. Spanyol kemudian menyapu bersih enam pertandingan berikutnya dengan penampilan yang meyakinkan.
Ketahanan lini belakang ikut menopang laju tersebut. Belgia hanya mampu mencetak satu gol saat berhadapan dengan Spanyol di perempat final.
Pada semifinal, Spanyol menunjukkan penguasaan permainan dan disiplin yang lebih kuat. Prancis disingkirkan melalui kemenangan 2-0, hasil yang mengantar La Roja ke final Piala Dunia kedua dalam sejarahnya.
| Tahap | Lawan | Catatan Spanyol |
|---|---|---|
| Fase grup | Tanjung Verde | Imbang 0-0 |
| Perempat final | Belgia | Kebobolan satu gol |
| Semifinal | Prancis | Menang 2-0 |
Target yang Tidak Berubah
Rodri mengatakan target Spanyol sejak tiba di Amerika Serikat tetap sama, yakni mengangkat trofi. Keyakinan itu tumbuh setelah La Roja melewati sejumlah lawan kuat dalam perjalanan menuju laga terakhir.
“Tujuan kami ketika datang ke Piala Dunia adalah mengangkat trofi dan kami yakin bisa mewujudkannya. Kami telah menunjukkan bahwa tim nasional ini mampu mengalahkan lawan-lawan hebat,” tutur Rodri.
Spanyol sebelumnya pernah menjadi juara dunia pada 2010. Final kali ini menjadi panggung untuk membuktikan apakah evolusi permainan di bawah De la Fuente cukup kuat untuk menundukkan Argentina.
Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin dini hari pukul 02.00 WIB. Laga tersebut akan menentukan apakah fleksibilitas Spanyol mampu menghentikan ambisi Argentina mempertahankan gelar.
Source: www.suara.com






