Indomobil eMotor Sprinto datang dengan paket yang cukup menarik bagi pengguna perkotaan. Skuter listrik ini dibanderol sekitar Rp 25,5 juta on-the-road, membawa jarak tempuh hingga 110 kilometer, serta sejumlah fitur digital yang membuatnya menonjol di kelasnya.
Salah satu daya tarik terbesarnya ada pada kelengkapan fitur yang jarang terasa sederhana. Sprinto sudah memakai layar sentuh interaktif sebagai pusat informasi kendaraan, lengkap dengan G-Force meter dan konektivitas ke smartphone untuk memantau status motor.
Pendekatan itu membuat Sprinto tidak hanya bermain di sisi elektrifikasi. Indomobil juga tampak ingin memberi pengalaman berkendara yang lebih modern bagi pengguna yang akrab dengan perangkat digital dan membutuhkan informasi kendaraan yang mudah diakses.
Fokus pada mobilitas harian
Di balik tampilan dan fiturnya, Sprinto tetap diarahkan untuk kebutuhan kota. Motor ini memakai dinamo 3,5 kW yang dipasang pada roda belakang, sehingga respons akselerasinya terasa cepat saat tuas gas diputar.
Karakter tenaga instan seperti ini menjadi salah satu keunggulan utama motor listrik. Saat menghadapi kemacetan, pengendara bisa merasakan dorongan yang muncul tanpa jeda seperti pada motor konvensional.
Sumber tenaganya berasal dari baterai lithium 2,45 kWh. Dalam kondisi penuh, baterai itu diklaim mampu membawa Sprinto melaju hingga 110 kilometer, angka yang cukup memberi ruang untuk rutinitas harian pekerja urban.
Kecepatan maksimalnya disebut mencapai 90 km/jam. Dengan spesifikasi tersebut, Sprinto tidak hanya cocok untuk komuter singkat, tetapi juga masih relevan dipakai untuk perjalanan harian yang lebih dinamis.
Desain sporty untuk lalu lintas padat
Secara tampilan, Sprinto membawa garis bodi tajam dan kesan agresif. Karakter visual itu membuatnya terlihat modern, sekaligus memberi nuansa yang disebut mirip dengan skutik populer Honda Vario.
Ukuran bodinya juga dibuat kompak. Kombinasi ini membantu Sprinto terlihat lincah saat dipakai di jalan perkotaan yang padat dan sering menuntut manuver cepat.
Indomobil merancang model ini dengan fokus pada kebutuhan urban. Artinya, aspek fungsi tidak ditinggalkan meski motor ini tetap ditekankan lewat desain yang sporty.
Kenyamanan dan kendali tetap diperhatikan
Di bagian dek, Sprinto memakai pijakan kaki yang datar dan luas. Model seperti ini membuat posisi berkendara lebih nyaman, sekaligus memberi manfaat tambahan untuk membawa barang belanjaan kecil.
Posisi berkendara juga dibuat ergonomis agar pengendara tidak cepat lelah saat harus menghadapi macet. Detail tersebut memperkuat karakter Sprinto sebagai motor yang siap dipakai setiap hari.
Untuk mendukung kestabilan, bagian belakang mengandalkan suspensi twin shock. Suspensi ini dapat disesuaikan tingkat penyerapan guncangannya sesuai berat muatan atau kondisi jalan yang dilalui.
Pada sistem pengereman, Sprinto memakai rem cakram di depan dan belakang. Sistem itu turut didukung Combi Brake System agar pengereman terasa lebih seimbang.
Fitur berkendara yang lebih fleksibel
Sprinto juga menyediakan tiga mode berkendara, yaitu Comfort, Sport, dan Boost. Kehadiran mode ini memberi pilihan bagi pengendara untuk menyesuaikan karakter motor dengan kebutuhan dan situasi jalan.
Mode Comfort cocok untuk pemakaian santai dan efisien. Sementara itu, mode Sport dan Boost menawarkan respons tenaga yang lebih besar saat dibutuhkan, termasuk ketika hendak menyalip kendaraan lain.
Pada roda belakang, sistem kontrol traksi ikut disematkan untuk membantu mencegah selip saat akselerasi di permukaan jalan yang licin. Fitur ini menambah rasa aman ketika motor dipakai di kondisi jalan yang tidak selalu ideal.
Dengan harga sekitar Rp 25,5 juta on-the-road, Sprinto menempatkan diri sebagai opsi yang cukup kuat di segmen skuter listrik. Paket desain sporty, jarak tempuh 110 kilometer, fitur digital, dan perangkat keselamatan membuatnya punya nilai tersendiri bagi konsumen yang mulai melirik kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari.







