Lonjakan terbesar Bitgo pada 2025 datang dari bisnis digital asset sales, yang menghasilkan $6.0 miliar pada kuartal keempat dan $15.6 miliar untuk setahun penuh. Segmen itu naik sangat tajam, sementara kontribusi lini lain bergerak lebih beragam mengikuti kondisi harga aset kripto.
Kinerja itu membuat Bitgo memasuki 2026 dengan posisi yang kuat dari sisi pendapatan, meski perusahaan masih menegaskan bahwa arah laba tetap dipengaruhi volatilitas pasar. Pada saat yang sama, manajemen melihat regulasi yang lebih terbuka dan ekspansi stablecoin sebagai pendorong baru yang paling menjanjikan.
Pertumbuhan besar masih bertumpu pada klien institusional
Michael Belshe menegaskan Bitgo dibangun untuk kebutuhan institusi, bukan untuk mengejar siklus hype ritel. Ia menilai klien institusional lebih lengket dan tidak terlalu sensitif terhadap gejolak jangka pendek di pasar.
Posisi itu tercermin dari pertumbuhan basis pelanggan. Jumlah klien naik 104% year-over-year menjadi 5,322, sementara jumlah pengguna bertambah 14% year-over-year menjadi 1.2 juta pengguna.
Bitgo juga memosisikan diri sebagai infrastruktur aset digital untuk institusi, platform, dan negara. Layanannya mencakup wallets, qualified custody, trading, staking, lending, settlement, serta alat kepatuhan dalam satu platform terpadu.
Stablecoin mulai menjadi penopang yang lebih stabil
Di luar perdagangan aset digital, segmen subscriptions and services memperlihatkan peran yang makin penting. Pendapatan kuartal keempat naik 75% year-over-year menjadi $39.3 juta, dan untuk setahun penuh naik 57% menjadi $121.5 juta.
Manajemen menyebut pertumbuhan itu didorong kenaikan jumlah klien, development fees, dan aktivitas lending yang lebih tinggi. Bitgo mengatakan jumlah custody and wallet solution clients naik menjadi 1,534, sedangkan lending book ditutup sekitar $207.4 juta, naik 114% year-over-year.
Kontribusi stablecoin as a service juga mulai terlihat material. Pendapatan kuartal keempat mencapai sekitar $26.6 juta dengan take rate sekitar 20 basis poin atas assets under management, lalu setahun penuh mencapai $66.7 juta.
Belshe menyebut USD1 telah tumbuh menjadi lebih dari $5 miliar market cap sejak diluncurkan. Ia juga mengatakan SoFi memilih platform Stablecoin as a Service milik Bitgo untuk stablecoin SoFi USD.
Staking melemah, tetapi aset di platform tetap bertahan
Tidak semua lini bergerak searah. Pendapatan staking kuartal keempat turun sekitar 64% year-over-year menjadi $58.3 juta, dan untuk setahun penuh turun 16% menjadi $385.0 juta.
Bitgo menjelaskan tekanan itu dipengaruhi harga aset yang lebih rendah. Pada saat yang sama, perusahaan menilai nilai aset di platform tidak bisa dibaca mentah sebagai cerminan performa bisnis karena harga pasar kripto ikut memengaruhi angka tersebut.
Secara unit, BTC di platform naik 8% year-over-year dan lima aset terbesar berdasarkan volume naik 3%. Pada basis harga yang dinormalisasi, aset di platform naik 16% year-over-year, sementara aset yang distake turun 7%.
Derivatives dipasang sebagai mesin volume baru
Peluncuran bisnis derivatives pada awal 2026 menjadi fokus berikutnya. Manajemen mengatakan layanan itu diluncurkan pada January 1 dan sudah menghasilkan sekitar $3 miliar notional trading volume serta lebih dari $3 juta revenue.
Bitgo melihat derivatives akan mengambil porsi besar dalam volume perdagangan ke depan. Perusahaan juga mencatat banyak klien mulai bergeser dari spot trading ke derivatives karena kebutuhan yield dan perlindungan dari downside market.
Untuk kuartal pertama, perusahaan memperkirakan gross trading volume dan net trading revenue sama-sama turun secara quarter-on-quarter, tetapi tetap naik kuat dibanding Q1 2025. Manajemen menilai sebagian aktivitas spot sedang bermigrasi ke produk derivatives.
Regulasi dan ekspansi lisensi memperlebar jalan
Bitgo juga menaruh harapan besar pada perkembangan regulasi. Perusahaan menyoroti pengesahan GENIUS Act dan pembahasan CLARITY Act sebagai sinyal bahwa lebih banyak firma tradisional akan masuk ke aset digital.
Ekspansi lisensi berjalan di beberapa pasar. Pada 2025, Bitgo memperluas lisensi di Jerman dan menjadi custody broker di Dubai, sementara OCC license mendukung ekspansi di Amerika Serikat di bawah satu kerangka nasional untuk 50 negara bagian.
Untuk 2026, proses lisensi dan registrasi baru sedang berjalan di India, Korea Selatan, Inggris, dan Cayman Islands. Perusahaan melihat APAC sebagai peluang ekspansi terbesar karena kawasan itu memiliki porsi besar dari likuiditas kripto global dan kerangka regulasi yang sudah mapan.
Pipeline institusional dan neraca masih menopang
Belshe mengatakan permintaan dari tradisional finance belum melambat. Ia menyebut nama-nama besar seperti Morgan Stanley dan Citibank sebagai tanda bahwa institusi besar semakin aktif masuk ke aset digital.
Menurut manajemen, proses masuknya institusi besar biasanya panjang, mulai dari RFI, RFP, hingga penutupan dan deployment bertahap. Karena itu, Bitgo menilai pipeline tetap kuat meski belum semua calon klien diumumkan.
Perusahaan juga mengungkap bahwa sekitar 70% revenue-generating clients memakai dua atau lebih produk Bitgo. Sekitar 50% memakai tiga produk atau lebih, yang masih membuka ruang cross-sell.
Dari sisi keuangan, total expenses mencapai $6.2 miliar pada kuartal keempat dan $16.1 miliar untuk setahun penuh. Net loss kuartal keempat tercatat $50 juta, sedangkan net loss setahun penuh mencapai $14.8 juta, terutama karena unrealized losses pada digital asset treasury saat harga aset turun.
Meski begitu, adjusted EBITDA justru meningkat. Kuartal keempat mencapai $12.1 juta, naik 188% year-over-year, dan setahun penuh mencapai $32.4 juta, naik 904%.
Bitgo menutup tahun dengan total equity $318.5 juta dan tidak memiliki utang jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan juga masih mempertahankan Bitcoin treasury strategy, yakni menahan Bitcoin yang diterima atau dibeli dalam kegiatan bisnis normal dan sesekali mengalokasikan kas untuk membeli Bitcoin tambahan.







