Starship V3 Mulai Diuji, 12 Pembaruan Ini Bisa Mengubah Perburuan ke Bulan

SpaceX menyiapkan Starship untuk uji terbang yang tidak diperlakukan sebagai misi rutin. Penerbangan berikutnya akan menjadi ajang awal bagi Starship Version 3, varian yang diarahkan untuk kebutuhan orbit, pengiriman satelit komersial, transfer bahan bakar di luar angkasa, hingga misi ke Bulan dan Mars.

Jadwal penerbangan itu dipatok paling cepat Selasa, 19 Mei, pukul 6.30 p.m. EDT. Bagi SpaceX, hasil uji ini penting untuk melihat seberapa jauh desain baru tersebut mendekati target roket yang lebih kuat, lebih tahan lama, dan lebih siap dipakai ulang.

Fokus utama uji kali ini ada pada perubahan besar di tahap Super Heavy. Tiga puluh tiga mesin Raptor di tahap itu kini menghasilkan dorong 551.000 pon di permukaan laut, naik dari 507.000 pon, untuk membantu Starship mencapai low-Earth orbit.

Kenaikan dorong itu punya kaitan langsung dengan ambisi muatan SpaceX. Perusahaan menargetkan lebih dari 100 ton muatan ke LEO, kapasitas yang akan membuka ruang bagi pengiriman klaster Starlink yang lebih besar dan berbagai muatan berat lain.

Di tahap pendorong itu juga ada perubahan fisik yang jelas. Super Heavy kini memakai tiga sirip, bukan empat, dengan ukuran lebih besar, struktur lebih kuat, dan titik tangkap baru untuk lengan “chopstick” di Starbase.

Perubahan besar lain terjadi pada sistem propulsi Starship. Desainnya dirombak untuk menambah daya tahan, memperbesar volume bahan bakar, memperbaiki sistem kendali reaksi, mengurangi kebocoran bahan bakar, dan mendukung sistem penyalaan Raptor yang baru.

Starship Version 3 memakai mesin Raptor 3 dan lepas landas dari launch pad baru. SpaceX menyebut kendaraan ini sebagai generasi ketiga Starship dan Super Heavy, dibentuk dari banyak pelajaran yang dikumpulkan dari uji terbang sebelumnya.

Uji ini juga tidak dibebani ekspektasi setinggi beberapa penerbangan terdahulu. SpaceX membuka kemungkinan kegagalan, termasuk roket meledak seperti pada misi sebelumnya, karena kendaraan ini memang didorong sampai batas kemampuannya untuk mengumpulkan data.

Di fase pemisahan tahap, 22 Starlink simulator akan dilepaskan. Simulator itu dibuat untuk meniru satelit generasi berikutnya milik SpaceX, sementara dispenser bergaya PEZ sudah diperbarui agar proses pelepasan berlangsung lebih cepat.

Ada pula pengujian yang menyentuh langsung perlindungan panas kendaraan. Dua simulator akan memindai pelindung panas Starship dan mengirim gambar kembali ke Bumi, sehingga tim bisa menilai kondisi heat shield di orbit sebelum memutuskan langkah berikutnya.

SpaceX bahkan memberi perlakuan khusus pada sebagian ubin heat shield. Beberapa ubin dicat putih, sedangkan satu ubin sengaja dilepas agar tim dapat mengukur beban aerodinamis pada ubin di sekitarnya saat reentry.

Menjelang splashdown, kendaraan juga akan menjalani manuver yang memberi tekanan maksimum pada sirip belakang. Rangkaian itu dirancang untuk melihat sejauh mana sistem bisa dipakai ulang dan data apa yang paling berguna untuk desain berikutnya.

Tidak semua bagian misi diarahkan untuk pendaratan yang rumit di darat. SpaceX tidak akan mencoba menangkap Super Heavy di Starbase, Texas, melainkan membalik booster setelah terpisah dari Starship lalu menyalakan mesin untuk pendaratan di atas Teluk Meksiko sebelum jatuh ke laut.

Pendekatan itu membuat pengumpulan data tetap menjadi pusat misi tanpa menambah kompleksitas berlebihan. Kamera V3 juga diperkirakan memberi 50 sudut pandang berbeda terhadap kendaraan sepanjang penerbangan.

Bagi program yang lebih besar, V3 dianggap sebagai langkah penting menuju misi orbital, pengiriman Starlink komersial, dan reusabilitas penuh. SpaceX ingin roket ini bisa diputar ulang dalam hitungan hari atau jam, bukan minggu atau bulan, sehingga frekuensi peluncuran harus naik tajam.

Flight 12 akan menjadi penerbangan pertama SpaceX pada 2026 setelah dua misi pada 2023, empat pada 2024, dan lima pada tahun lalu. Misi ini juga berkaitan dengan rencana NASA, karena varian Starship Human Landing System sedang dievaluasi untuk Artemis IV.

SpaceX dan NASA menilai akan dibutuhkan beberapa penerbangan tanker dalam jumlah rendah hingga dua digit untuk mengisi depot bahan bakar orbital. Setelah itu, Starship HLS akan mengisi bahan bakar di orbit sebelum melanjutkan perjalanan ke Bulan.

Di sisi infrastruktur, SpaceX mengatakan sedang menjajaki lokasi peluncuran internasional. FAA juga sudah memberi lampu hijau untuk peningkatan peluncuran tahunan di Starbase dari lima menjadi 25, tanda bahwa operasi Starship sedang disiapkan untuk tahap yang jauh lebih padat.

Berita Terkait