Valve sedang menguji fitur yang bisa membuat belanja game di Steam terasa lebih aman bagi pengguna PC. Fitur itu bernama FPS Estimator atau Framerate Estimator, dan tugas utamanya adalah memberi perkiraan performa game sebelum dibeli, termasuk gambaran framerate yang mungkin dicapai pada perangkat tertentu.
Dengan alat ini, gamer tidak lagi sepenuhnya menebak apakah sebuah game akan berjalan lancar atau justru berat di perangkat yang dipakai. Informasi awal seperti kemungkinan bertahan di 30 FPS atau mendekati 60 FPS bisa muncul lebih dulu, sehingga keputusan membeli game dapat dibuat dengan pertimbangan yang lebih jelas.
Bocoran awal muncul dari SteamDB
Kabar soal fitur ini pertama kali mencuat berkat temuan pengguna bernama Roadrunner yang menemukan potongan kode mencurigakan di basis data SteamDB. Temuan tersebut kemudian menyebar setelah akun @LambdaGen membagikannya di platform X sebagai dugaan adanya sistem baru yang sedang disiapkan Steam.
Dari potongan kode yang ditemukan, FPS Estimator terlihat dirancang untuk menampilkan grafik performa yang menyesuaikan konfigurasi perangkat pengguna. Artinya, hasil estimasi tidak hanya melihat judul game, tetapi juga memperhitungkan komponen yang dipakai.
Perangkat pengguna ikut dihitung
Valve disebut akan memakai parameter seperti CPU, GPU, dan RAM untuk menyusun perkiraan performa. Pendekatan ini membuat hasil prediksi terasa lebih relevan dibanding hanya mengandalkan spesifikasi minimum yang biasanya terpajang di halaman toko.
Bagi pengguna, hal ini penting karena dua PC dengan game yang sama belum tentu memberi hasil framerate yang sama. Faktor perangkat yang berbeda dapat memengaruhi seberapa mulus game berjalan saat dijalankan.
Data diambil dari penggunaan nyata
Valve tidak hanya mengandalkan pengujian tertutup dari studio game. Perusahaan itu juga disebut menggunakan data telemetri performa yang dikirim secara anonim dari jutaan sesi bermain di Steam dengan perangkat yang serupa.
Cara ini dinilai lebih mendekati kondisi nyata karena berasal dari penggunaan langsung, bukan sekadar simulasi laboratorium. Dalam uji coba yang dilaporkan berjalan diam-diam lewat Steam Client Beta, pengumpulan data framerate dilakukan secara sukarela dan tidak dikaitkan dengan identitas akun pribadi.
Apa manfaat paling terasa bagi gamer
Fitur estimasi ini berpotensi mengurangi risiko salah beli game yang ternyata terlalu berat untuk perangkat yang digunakan. Selain itu, pengguna bisa memperoleh gambaran yang lebih cepat tanpa harus mencari video benchmark dari sumber lain terlebih dahulu.
Beberapa manfaat yang paling menonjol antara lain:
- Memberi perkiraan performa sebelum membeli game.
- Mengurangi ketergantungan pada video benchmark pihak ketiga.
- Membantu pengguna Steam Deck dan SteamOS menilai kelayakan game dengan lebih presisi.
- Memudahkan simulasi performa untuk PC rakitan lewat spesifikasi yang dimasukkan manual.
Bagi pengguna Steam Deck, alat ini juga dianggap lebih informatif dibanding hanya mengandalkan label “Verified”. Label tersebut tetap berguna, tetapi tidak selalu menjelaskan seberapa mulus sebuah game akan berjalan dalam skenario penggunaan tertentu.
Dampak ke developer dan ekosistem Steam
Jika FPS Estimator benar dirilis lebih luas, transparansi soal performa game di Steam berpotensi meningkat tajam. Kondisi itu bisa memberi tekanan pada developer yang merilis game dengan optimisasi kurang baik atau port PC yang masih bermasalah.
Pemain akan lebih cepat tahu sejak awal jika sebuah game punya kendala performa. Dampaknya, studio juga bisa terdorong untuk lebih serius memperbaiki optimisasi sebelum game meluncur ke Steam.
Valve sendiri memang dikenal aktif memperbarui ekosistem Steam agar lebih nyaman dipakai. Uji coba FPS Estimator menegaskan bahwa perusahaan ini masih fokus pada pengalaman belanja dan bermain yang lebih informatif bagi pengguna PC.
Meski begitu, fitur ini masih berada di tahap beta dan belum memiliki tanggal rilis resmi. Tampilan grafik, akurasi estimasi, serta cakupan data yang dipakai masih dapat berubah sebelum tersedia untuk publik.







