StepFun mengklaim sedang menyiapkan ponsel yang disebut sebagai “AI agentic phone” pertama di dunia, tetapi detail teknis perangkat itu masih sangat minim. Perangkat yang digoda perusahaan asal China tersebut bernama StepX Neo, dan sejauh ini yang terlihat baru arah konsepnya, bukan wujud produk yang benar-benar lengkap.
Ponsel itu disebut akan membawa sistem operasi Step AOS dan asisten pribadi Step Amoo. Keduanya diposisikan sebagai inti dari pengalaman AI yang bisa diajak berinteraksi lewat bahasa alami, mirip chatbot pada umumnya, tetapi dengan ambisi yang lebih jauh di sisi eksekusi tugas.
Ambisi besarnya ada pada AI yang bekerja di perangkat
Menurut StepFun, Step AOS dirancang sebagai lingkungan runtime native untuk “intelligent agents”. Fokus utamanya ada pada tiga hambatan besar AI agent, yakni memori, pengambilan keputusan, dan eksekusi.
| Elemen | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Perangkat | StepX Neo | Ponsel yang sedang diperkenalkan StepFun |
| Sistem operasi | Step AOS | Disebut dirancang untuk agen cerdas |
| Asisten AI | Step Amoo | Agen personal yang diajak bicara lewat bahasa alami |
| Chip model AI on-device | Step Edge | Diklaim unggul di 29 benchmark |
Dalam klaim perusahaan, waktu pengambilan memori oleh agen bisa mencapai 15 ms. StepFun juga menyebut agen di perangkat ini unggul dalam eksekusi otonom saat offline, yang menjadi salah satu poin pembeda utama dari banyak pendekatan AI di ponsel.
Masih banyak bagian yang belum dijelaskan
Di sisi AI on-device, StepFun memakai nama Step Edge untuk modelnya. Perusahaan itu mengklaim model tersebut berada di peringkat pertama dalam 29 benchmark otoritatif, tetapi belum menjelaskan benchmark yang dimaksud maupun model pembanding yang dipakai.
Masih ada ruang besar untuk pertanyaan soal basis perangkat lunaknya. www.gsmarena.com mencatat belum jelas apakah Step AOS merupakan sistem operasi baru atau hanya lapisan di atas Android, karena StepFun hanya menyebut kombinasi Android, Linux, dan RTOS tanpa uraian teknis yang memadai.
StepFun juga tidak menutup kemungkinan penggunaan cloud untuk tugas yang lebih kompleks, meski menegaskan data pribadi tetap tidak keluar dari ponsel selama proses tersebut berlangsung. Di atas kertas, pendekatan itu ingin menyeimbangkan kemampuan AI yang lebih berat dengan kendali data yang tetap lokal.
Desain dan mitra awal sudah dibocorkan
Selain klaim soal AI, StepX Neo juga disebut akan memakai layar LED dot matrix di bagian belakang. Elemen ini langsung mengingatkan pada tren desain yang sudah populer di ponsel Nothing, meski hingga kini belum ada spesifikasi perangkat yang diumumkan.
StepFun sudah memperkenalkan daftar mitra awal untuk perangkat ini, dan isinya didominasi aplikasi serta layanan dari China. Nama yang disebut meliputi Meituan, Alipay, Amap, Baidu, Didi, dan Ctrip.
Rangkaian pengumuman itu masih lebih banyak berisi istilah pemasaran dan klaim besar ketimbang detail yang bisa diuji langsung. Untuk saat ini, StepX Neo terlihat lebih sebagai proyek untuk membangun perhatian ketimbang smartphone yang siap diposisikan sebagai produk matang.
Source: www.gsmarena.com





