Stok Pupuk Tegal Masih Aman Tiga Minggu, Petani Jateng Dapat Kepastian Menjelang Tanam

Stok pupuk bersubsidi di Jawa Tengah masih dijaga agar kebutuhan petani tidak tersendat menjelang musim tanam. Di Kabupaten Tegal, ketersediaan pupuk bahkan disebut masih aman untuk sekitar tiga minggu ke depan.

Kepastian itu disampaikan Regional CEO 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F., saat meninjau Gudang Purwahamba, Kabupaten Tegal. Ia menegaskan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi berjalan sesuai alokasi pemerintah sehingga petani tetap bisa melakukan penebusan dengan lebih mudah.

Pupuk Indonesia menempatkan kelancaran distribusi sebagai hal utama saat permintaan mulai naik menjelang masa tanam. Karena itu, perseroan menyiapkan pasokan yang lentur agar gudang di satu wilayah dapat membantu wilayah lain bila diperlukan tambahan pupuk.

Fleksibilitas pasokan itu juga berlaku antarpabrik. Jika Kabupaten Tegal membutuhkan suplai tambahan, pengiriman dapat dilakukan dari anak usaha Pupuk Indonesia mana pun agar kebutuhan petani tetap terpenuhi tepat waktu.

Ihwan menilai skema tersebut penting supaya petani tidak mengalami kendala saat kebutuhan pupuk meningkat. Ia juga menekankan bahwa pupuk harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Di sisi harga, pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi atau HET pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai Oktober 2025. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk keberpihakan kepada petani di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis pangan global.

Ihwan mengingatkan petani agar tidak menebus pupuk bersubsidi melebihi HET. Jika harga terlihat lebih tinggi, ia meminta agar komponen lain diperiksa terlebih dahulu, termasuk biaya angkut atau iuran kelompok.

Ia juga memastikan bahwa petani tidak perlu khawatir terhadap HET pupuk subsidi pada 2026 meski nilai tukar rupiah melemah. Pupuk Indonesia menjamin tidak ada kenaikan harga pada tahun tersebut.

Di Jawa Tengah, kemudahan akses dan jaminan stok ikut mendorong penebusan pupuk bersubsidi. Hingga 3 Juni 2026, realisasinya sudah mencapai 701.670 ton atau 49 persen dari total alokasi 2026 untuk provinsi itu.

Untuk menjaga penyaluran tetap lancar, Pupuk Indonesia menyiapkan stok 45.373 ton di wilayah Jawa Tengah. Jumlah itu terdiri dari Urea 19.017 ton, NPK 21.768 ton, Organik 3.719 ton, ZA 636 ton, dan SP-36 sebanyak 233 ton.

Khusus di Tegal, stok tercatat 1.693 ton. Rinciannya meliputi Urea 1.149 ton, NPK 317 ton, Organik 210 ton, dan ZA 17 ton, yang dinilai cukup menopang kebutuhan petani pada masa tanam.

Dengan kondisi tersebut, Pupuk Indonesia menyebut penyaluran akan terus dijaga sesuai alokasi agar pupuk subsidi benar-benar sampai ke petani yang berhak. Fokus utama perseroan tetap sama, yakni menjaga stabilitas kebutuhan pupuk di Jawa Tengah agar petani bisa menebusnya saat dibutuhkan.

Source: www.pupuk-indonesia.com

Berita Terkait