Stray Kids paling mudah diposisikan sebagai pengisi lagu bernuansa Piala Dunia karena karakter panggung mereka terasa sangat dekat dengan atmosfer stadion. Beat yang adiktif, lirik yang menempel, dan aksi para member yang meledak-ledak membuat grup ini terlihat seperti dirancang untuk mengguncang kerumunan besar.
Kesan itu semakin kuat karena mereka sudah punya rekam jejak tampil di ruang yang jauh dari kecil. Sepanjang 2024-2025, Stray Kids menggelar konser di 27 stadion di 34 kota di berbagai negara, lalu mempertebal identitas sepakbola mereka lewat kerja sama dengan klub Inggris Tottenham Hotspurs.
Di tengah pembahasan soal siapa idol KPop yang paling pas membawakan lagu bertema turnamen global, nama-nama besar memang kembali ikut terseret. Lagu untuk ajang sebesar Piala Dunia biasanya butuh energi yang tinggi, mudah diterima pendengar dari berbagai negara, dan punya nuansa yang bisa memancing rasa percaya diri sekaligus persatuan.
Karakter seperti itu membuat KPop sering dianggap cocok untuk proyek soundtrack semacam ini. Tema mimpi, keberagaman, persatuan, dan semangat juga sejalan dengan warna musik yang kerap dibawa banyak idol Korea Selatan.
Lisa BLACKPINK menjadi salah satu contoh paling segar dalam diskusi ini. Ia sudah resmi masuk jajaran soundtrack Piala Dunia 2026 lewat single “Goals”, yang langsung menempatkan namanya sebagai sorotan baru di ranah musik olahraga global.
Sejak debut solo pada 2021, Lisa terus menguat sebagai figur internasional dengan persona panggung yang penuh tenaga. Gaya musiknya yang banyak bermain di jalur dance, hip-hop, dan EDM dinilai pas untuk mendukung suasana kompetisi dan pencapaian.
Dari sisi grup senior, Big Bang juga sering disebut memiliki modal yang sangat kuat. Reputasi mereka dekat dengan nuansa meriah dan ramai, terutama karena lagu-lagu seperti “Fantastic Baby” dan “Bang Bang Bang” sudah lama dikenal mampu memicu euforia massal.
Saat dibawakan langsung di depan penonton besar, karakter musik Big Bang memang terasa hidup. Itulah yang membuat mereka dianggap cocok untuk soundtrack yang harus terdengar besar, kuat, dan menyatu dengan sorakan puluhan ribu orang.
BTS pun tidak bisa diabaikan dalam pembicaraan ini. Setelah Jungkook BTS pernah dipilih sebagai penyanyi lagu utama Piala Dunia 2022, banyak yang membayangkan grup ini bisa kembali terlibat dalam proyek serupa karena daya jangkau global mereka begitu besar.
Basis penggemar yang masif menjadi keunggulan tersendiri untuk BTS. Dalam skala internasional, kekuatan fandom seperti itu dapat membantu sebuah lagu menjangkau audiens yang jauh lebih luas dan cepat dikenal di banyak tempat.
Dari generasi yang lebih baru, CORTIS hadir sebagai opsi yang berbeda. Mereka masih tergolong nama baru, tetapi visual yang memancarkan semangat Gen-Z memberi warna segar untuk format soundtrack olahraga.
Grup beranggotakan lima member itu juga sudah menunjukkan kemampuan tampil di panggung internasional. Mereka sempat tampil di NBA All-Star Game 2026 dan menjadi boygroup Korea pertama yang tampil di ajang tersebut.
Sementara itu, dari jajaran girlgroup, I-dle dan LE SSERAFIM sama-sama punya daya tarik yang relevan. Warna musik I-dle yang kuat dengan basis EDM jedag-jedug terasa cocok untuk atmosfer sorak-sorai stadion, sedangkan LE SSERAFIM menonjol lewat lagu-lagu dengan pesan tahan banting seperti “Antifragile” dan “Fearless”.
LE SSERAFIM juga punya “Fire in the Belly”, yang disebut membawa nuansa musik Brazil atau Amerika Latin. Sentuhan seperti itu membuat mereka makin identik dengan karakter lagu turnamen yang biasanya hidup, ritmis, dan mudah memancing semangat penonton.
Source: www.idntimes.com






