Stunting Tak Selalu Dari Tinggi Badan, Kekurangan Zat Besi Bisa Mengaburkan Tanda Awal

Author: Redaksi Android62

Kekurangan zat besi pada anak tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya bisa menjalar hingga ke perkembangan otak dan risiko stunting. Dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi, dr Lucky Yogasatria, menegaskan bahwa kondisi ini bisa menjadi salah satu faktor penting yang ikut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Masalahnya, zat besi rendah bukan berarti setiap anak yang stunting pasti mengalami hal yang sama. Stunting tetap umumnya berkaitan dengan kekurangan gizi kronis atau infeksi berulang, sehingga penyebabnya perlu ditelusuri lebih jauh dan tidak berhenti pada satu kemungkinan saja.

Penyebab stunting tidak berdiri sendiri

dr Lucky menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berhubungan dengan zat besi. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh kekurangan mikronutrisi lain, seperti zinc, maupun makronutrisi seperti karbohidrat dan protein.

Kekurangan protein biasanya lebih mudah terlihat karena anak cenderung kurus dan pertumbuhannya tidak berjalan baik. Berbeda dengan itu, kekurangan mikronutrisi sering kali tidak tampak jelas dari luar, padahal dampaknya tetap serius bagi pertumbuhan anak.

“Kalau anak yang kekurangan protein sudah pasti pertumbuhannya tidak oke,” ujar dr Lucky. Pernyataan itu menegaskan bahwa masalah gizi tidak selalu muncul dengan tanda yang sama, sehingga pemeriksaan yang lebih menyeluruh tetap dibutuhkan.

Dampaknya tidak hanya pada tubuh

Kekurangan zat besi juga dapat memengaruhi otak anak. dr Lucky menyebut dampaknya bisa berupa anemia, gangguan perkembangan otak, hingga penurunan tingkat kecerdasan.

Karena itu, anak dengan stunting perlu mendapat perhatian sejak awal, terutama pada 2 tahun pertama kehidupan. Pada fase ini, asupan nutrisi memegang peran besar karena otak juga sangat rentan terhadap kekurangan zat gizi.

Pemantauan pertumbuhan pun tidak cukup hanya melihat tinggi badan. Pemeriksaan menyeluruh dibutuhkan agar gangguan tumbuh kembang tidak terlewat dan penyebab dasarnya bisa dikenali dengan tepat.

Pemeriksaan kadar zat besi perlu dilakukan

Untuk memastikan apa yang membuat anak mengalami stunting, dokter perlu memeriksa kemungkinan kekurangan zat besi, zinc, atau nutrisi lain. Pemeriksaan kadar zat besi menjadi langkah penting sebelum diagnosis ditegakkan.

Jika ditemukan kekurangan, anak biasanya akan mendapat terapi zat besi atau suplemen tambahan. Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat memeriksa kadar zinc dan vitamin D sesuai temuan klinis.

Langkah ini penting karena stunting tidak selalu muncul dari satu sebab tunggal. Penanganan yang tepat sangat bergantung pada hasil pemeriksaan dan kebutuhan masing-masing anak.

Pencegahan dimulai dari asupan sejak dini

Upaya mencegah kekurangan zat besi bisa dimulai dari pemenuhan makanan yang kaya zat besi. dr Lucky menyebut beberapa sumber yang baik, antara lain hati ayam, daging ayam, dan daging sapi.

Pemenuhan zat besi pada ibu hamil juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. Langkah ini dibutuhkan agar bayi tidak lahir dalam kondisi anemia yang kemudian dapat berdampak pada tumbuh kembangnya.

Pemantauan gizi sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak menjadi kunci untuk menekan risiko gangguan pertumbuhan. Bila kebutuhan zat besi tercukupi dan faktor lain juga ditangani, peluang anak untuk tumbuh lebih optimal akan lebih besar.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru