Subang Disiapkan untuk 300.000 Kendaraan per Tahun, Bukan Sekadar Pabrik

Kawasan industri kendaraan nasional di Subang, Jawa Barat, disiapkan untuk mencapai kapasitas produksi hingga 300.000 unit kendaraan per tahun. Target tersebut menempatkan proyek Mobil Listrik Nasional sebagai rencana manufaktur berskala besar yang mencakup produksi kendaraan dan komponen pendukungnya.

Pemerintah tidak merancang kawasan ini hanya sebagai lokasi perakitan. Area tersebut diproyeksikan menjadi ekosistem otomotif terintegrasi dengan pabrik baterai, fasilitas riset dan pengembangan, lintasan pengujian, serta jaringan logistik berbasis kereta api.

Kapasitas Naik Seiring Perluasan Lahan

Pengembangan kawasan akan berlangsung bertahap, dari lahan awal seluas 60 hektar hingga mencapai 539 hektar dalam rencana jangka panjang. Pada tahap pertama, fasilitas di Subang ditargetkan mampu memproduksi 50.000 unit kendaraan setiap tahun.

Tahap PengembanganLuas LahanTarget Produksi
Tahap awal60 hektar50.000 unit per tahun
Jangka panjang539 hektar300.000 unit per tahun

Perluasan lahan menjadi faktor penting untuk mengejar lonjakan kapasitas produksi tersebut. Rencana itu juga menunjukkan bahwa pengembangan industri kendaraan nasional diarahkan untuk berjalan dalam skala bertahap, bukan melalui satu fasilitas produksi semata.

Pabrik baterai menjadi salah satu unsur utama dalam rancangan kawasan karena berkaitan langsung dengan pengembangan kendaraan listrik. Di lokasi yang sama, pusat riset dan pengembangan serta lintasan pengujian disiapkan agar proses pengembangan kendaraan dapat ditopang dari satu kawasan.

Peninjauan Kesiapan Proyek

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kesiapan lokasi proyek pada Selasa, 21 Juli 2026. Peninjauan itu dilakukan bersama Menteri Pekerjaan Umum, Direktur Utama PT Pindad, dan Direktur Utama PT Len Industri.

Kawasan tersebut diproyeksikan sebagai salah satu instalasi strategis nasional. Kehadiran unsur pemerintah dan perusahaan industri dalam peninjauan ini memperlihatkan bahwa proyek Subang dikaitkan dengan agenda manufaktur, infrastruktur, dan kepentingan strategis.

Melalui unggahan Instagram pada Rabu, 22 Juli 2026, Sjafrie menyatakan pembangunan kawasan ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian industri dan penguasaan teknologi. Ia juga menilai proyek tersebut dapat mendorong penciptaan lapangan kerja serta pelaksanaan ekonomi nasional berdasarkan Pasal 33 UUD 1945.

“Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan pelaksanaan ekonomi nasional berdasarkan Pasal 33 UUD 1945,” tulis Sjafrie. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sasaran proyek tidak terbatas pada peningkatan jumlah kendaraan yang diproduksi.

Terhubung dengan Agenda Mobil Nasional

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mendorong Indonesia agar tidak hanya menjadi pasar otomotif global. Dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Mei 2026, ia menekankan pentingnya industrialisasi dan kemampuan memproduksi mobil serta sepeda motor secara mandiri.

“Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri,” ujar Prabowo. Rencana kawasan di Subang menjadi bagian dari arah tersebut karena menggabungkan produksi kendaraan, baterai, pengujian, riset, dan logistik.

Menurut otomotif.kompas.com, pemerintah juga membahas pemanfaatan infrastruktur jalan tol untuk mendukung kebutuhan pertahanan. Salah satu rencana yang dikaji ialah menyiapkan ruas tol tertentu agar dapat dipakai sebagai landasan sementara pesawat dalam kondisi darurat.

Sjafrie menilai pembangunan ekonomi, industri nasional, pertahanan, dan kepentingan masyarakat perlu dijalankan secara terpadu. Dengan target kapasitas 300.000 unit per tahun, kawasan Subang disiapkan sebagai salah satu titik penting bagi penguatan daya saing industri kendaraan Indonesia.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terkait