Superb Pitta di Pulau Manus, Burung Cantik Ini Ternyata Terancam Punah

Status superb pitta menjadi sorotan karena burung cantik ini hanya hidup di Pulau Manus, Papua Nugini. Sebaran yang sangat sempit membuat spesies ini rentan ketika habitat hutan dataran rendahnya mulai terganggu.

Menurut IUCN, superb pitta berstatus Endangered atau terancam punah dengan populasi sekitar 250-999 ekor. Perkiraan itu menunjukkan betapa kecilnya jumlah burung ini di alam liar dan betapa besar risikonya jika tekanan terhadap hutan terus berlanjut.

Warna tubuh yang sulit diabaikan

Superb pitta termasuk burung tropis paling mencolok di wilayah asalnya. Tubuhnya berukuran sedang, sekitar 22 cm, dengan postur padat dan kaki kuat yang mendukung kebiasaannya mencari makan di lantai hutan.

Penampilannya menyerupai lukisan alam. Dada hingga perutnya merah cerah, kepalanya hitam dengan garis biru terang, sedangkan punggungnya memadukan hijau zamrud, biru, dan merah.

Hidup di bawah tutupan hutan yang rapat

Spesies ini hanya ditemukan di Pulau Manus, salah satu pulau di Papua Nugini. Habitat utamanya adalah hutan hujan tropis dataran rendah dengan vegetasi rapat, terutama area yang lembap dan teduh.

Di tempat seperti itu, superb pitta lebih sering berada di lantai hutan atau semak-semak yang rapat. Kebiasaan ini membuatnya sulit diamati, meski sebenarnya burung tersebut dapat terbang dengan baik.

Aktif mencari makan di serasah daun

Seperti kerabatnya sesama pitta, superb pitta banyak bergerak di permukaan tanah. Ia mengais dedaunan kering dan serasah hutan dengan paruhnya untuk menemukan mangsa kecil di bawah lapisan organik.

Makanannya terdiri atas serangga, cacing tanah, laba-laba, dan hewan kecil tak bertulang belakang lainnya. Aktivitas mencari makan biasanya berlangsung pada pagi atau sore hari ketika suhu udara lebih nyaman.

Meski mampu terbang, burung ini lebih sering berjalan atau melompat di antara semak dan akar pohon. Pola gerak itu selaras dengan kehidupannya yang lebih banyak tersembunyi di bawah rapatnya vegetasi.

Reproduksi yang masih misterius

Informasi tentang pembiakan superb pitta masih sangat terbatas. Sifatnya yang pemalu dan lokasi hidupnya yang terpencil membuat banyak aspek reproduksinya belum mudah dipelajari di alam liar.

Burung ini diduga membangun sarang berbentuk kubah dari ranting, daun, dan bahan alami lain. Peran induk jantan dan betina juga diperkirakan sama-sama penting dalam menjaga telur dan merawat anak.

Ancaman terbesar datang dari perubahan habitat

Hilangnya kawasan hutan akibat perubahan penggunaan lahan menjadi ancaman utama bagi superb pitta. Karena bergantung pada wilayah yang sangat terbatas, setiap gangguan di Pulau Manus dapat berdampak besar terhadap kelangsungan hidupnya.

Berbagai kajian juga memperkirakan populasinya hanya beberapa ribu individu dewasa dan cenderung menurun. Kondisi ini menjadikan superb pitta contoh nyata bahwa keindahan burung tropis tidak selalu sejalan dengan keamanan hidupnya di alam.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait