Susu Kedelai Ternyata Paling Mirip Susu Sapi Rendah Lemak, Ini Batas Aman Harian

Author: Redaksi Android62

Susu kedelai menjadi salah satu pilihan susu nabati yang paling mendekati susu sapi rendah lemak dari sisi nutrisi. Jika diperkaya kalsium, vitamin A, dan vitamin D, minuman ini dinilai unggul sebagai pengganti bagi mereka yang menghindari susu hewani.

Keunggulan itu tidak hanya datang dari kandungan vitaminnya, tetapi juga dari profil proteinnya yang cukup lengkap. Susu kedelai memiliki kesembilan asam amino esensial, sehingga kerap dipandang sebagai alternatif yang kuat bagi orang yang alergi susu atau intoleran laktosa.

Nutrisi yang membuatnya menonjol

Secara umum, susu kedelai mengandung kalsium, vitamin A, vitamin D, magnesium, dan antioksidan. Kandungan ini bisa berbeda-beda di pasaran karena sejumlah produk menambah kalori dan gula, sehingga label tetap perlu diperiksa sebelum membeli.

Dalam satu gelas susu kedelai tanpa pemanis yang diperkaya kalsium, vitamin D, dan A, USDA mencatat terdapat 8,7 gram protein, 3 gram karbohidrat, dan 5 gram lemak. Pada porsi yang sama juga ada 1,3 mg zat besi, 246 mg kalsium, 386 mg kalium, 83 mg natrium, 142 mcg vitamin A, serta 1 mcg vitamin D2 dan D3.

Julieanna Hever, RDN, spesialis diet nabati di Los Angeles, menyebut susu kedelai juga mengandung flavonoid yang memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan kardioprotektif. Jika diperkaya, minuman ini bahkan dapat menawarkan asam lemak omega-3 esensial.

Kenapa sering dibandingkan dengan susu sapi

Barbara Schmidt, RDN, menyebut susu kedelai yang diperkaya kalsium, vitamin A, dan vitamin D sebagai yang paling mirip secara nutrisi dengan susu sapi rendah lemak di antara susu nabati lain. Susu kedelai juga dikenal sebagai sumber protein yang baik, rendah lemak jenuh, serta seimbang dalam lemak dan karbohidrat.

Profil itu membuat susu kedelai berbeda dari banyak susu nabati lain yang umumnya lebih rendah protein. Karena alasan itulah, minuman ini sering dipilih oleh orang yang mencari pengganti susu hewani tanpa kehilangan terlalu banyak unsur gizi utama.

Lebih unggul dari susu oat dalam beberapa hal

Jika dibandingkan dengan susu oat, susu kedelai tampil lebih tinggi dalam protein, lemak, kalori, zat besi, dan kalium. Mengutip Healthline, jumlah proteinnya bahkan dua kali lipat dari susu oat dalam takaran sama 240 ml tanpa pemanis.

Perbedaan tersebut membuat susu kedelai lebih menarik bagi konsumen yang menginginkan minuman nabati dengan protein lebih tinggi. Namun, pilihan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh karena tiap jenis susu nabati memiliki komposisi yang berbeda.

Batas aman konsumsi harian

Konsumsi susu kedelai setiap hari dinilai aman selama takarannya moderat dan tidak ada alergi terhadap kedelai. Takaran yang disebut aman berada di kisaran satu hingga dua gelas atau kurang dari 500 ml.

Meski termasuk menyehatkan, konsumsi berlebihan tetap tidak disarankan. Karena komposisi setiap produk bisa berbeda, membaca label menjadi langkah penting sebelum menjadikannya minuman harian.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru