Jajak pendapat terbaru menunjukkan mayoritas tipis warga Swiss kini cenderung mendukung pembatasan jumlah penduduk negaranya hingga 10 juta orang. Sebanyak 52% dari 16.176 responden menyatakan mendukung atau condong mendukung usulan itu, sedangkan 46% menolaknya.
Temuan tersebut muncul ketika referendum masih menunggu pemungutan suara pada 14 Juni. Dengan selisih yang belum terlalu lebar, hasil akhir masih bisa berubah karena perdebatan soal imigrasi, tekanan infrastruktur, dan hubungan Swiss dengan Uni Eropa terus mengeras.
Dukungan yang mulai menguat
Survei yang dilakukan oleh grup media Tamedia bersama 20 Minuten dan lembaga jajak pendapat Leewas memperlihatkan arah dukungan yang justru membesar menjelang pemungutan suara. Pada jajak pendapat awal Maret, dukungan masih berada di angka 45%, sementara penolakan tercatat 47%.
Pergerakan ini tergolong tidak biasa dalam politik referendum Swiss. Dalam banyak kasus, dukungan biasanya melemah saat hari pemungutan suara semakin dekat, tetapi kali ini tren yang muncul justru sebaliknya.
Isi usulan yang memicu perdebatan
Usulan yang didorong Partai Rakyat Swiss atau SVP itu ingin menetapkan batas populasi tetap Swiss agar tidak melampaui 10 juta jiwa sebelum 2050. Proposal tersebut juga meminta Swiss meninggalkan kesepakatan kebebasan bergerak dengan Uni Eropa.
Bagi para pendukungnya, langkah itu dipandang sebagai cara untuk meredam tekanan pada perumahan, transportasi, dan layanan publik. Kekhawatiran atas pertumbuhan penduduk yang cepat membuat isu ini mendapat tempat besar dalam diskusi publik.
Pemerintah menolak karena dampak ekonomi
Pemerintah Swiss menolak inisiatif itu karena menilai risikonya terlalu besar bagi perekonomian dan hubungan luar negeri. Otoritas setempat khawatir pembatasan mobilitas tenaga kerja akan mengganggu kebutuhan pasar kerja yang selama ini sangat terhubung dengan Eropa.
Penolakan itu juga berkaitan dengan kekhawatiran bahwa langkah tersebut bisa merusak kerja sama dengan Uni Eropa. Dari sudut pandang pemerintah, menjaga hubungan yang sudah ada dinilai penting agar ekonomi Swiss tetap stabil dan kompetitif.
Imigrasi kembali jadi titik sensitif
Swiss saat ini sudah memiliki populasi lebih dari 9 juta jiwa. Data resmi yang dikutip dalam laporan itu juga menunjukkan warga asing menyumbang lebih dari 27% dari total penduduk pada 2024.
Angka tersebut membantu menjelaskan mengapa perdebatan soal imigrasi kembali memanas. Sebagian pemilih memandang pertumbuhan penduduk sebagai beban tambahan, sementara pihak lain menilai keterbukaan terhadap tenaga kerja asing tetap dibutuhkan untuk menopang ekonomi Swiss.
Dimensi politik yang lebih luas
SVP sebagai partai terbesar di Swiss memang dikenal menolak integrasi yang lebih erat dengan Uni Eropa. Partai itu memandang kedekatan yang terlalu jauh sebagai ancaman bagi kedaulatan Swiss dan sumber regulasi yang dinilai berlebihan.
Pada saat yang sama, parlemen Swiss sedang membahas kesepakatan dengan Uni Eropa yang dicapai pada akhir 2024 untuk memperdalam hubungan ekonomi. Diskusi itu berlangsung di tengah situasi perdagangan yang menantang pada 2025, termasuk tarif dagang AS tertinggi di Eropa menurut laporan tersebut.
Survei terbaru itu memiliki margin of error plus minus 3 poin persentase dan dilakukan pada 22-23 April. Dengan waktu menuju pemungutan suara yang masih tersisa, debat tentang imigrasi, kapasitas infrastruktur, dan arah hubungan dengan Uni Eropa diperkirakan tetap menjadi faktor penentu dalam referendum ini.







