Catnip tidak selalu membuat kucing berperilaku sama. Pada sebagian kucing, tanaman ini memicu reaksi cepat yang terlihat jelas, mulai dari berguling, menggosok wajah, menjadi sangat aktif, hingga tampak lebih rileks.
Perbedaan respons itu terutama terkait faktor genetik. Karena itu, ada kucing yang langsung tertarik, ada yang hanya mengendus lalu pergi, dan ada pula yang sama sekali tidak bereaksi.
Apa yang membuat catnip begitu kuat bagi sebagian kucing
Catnip atau Nepeta cataria adalah herba abadi dari famili mint. Tanaman ini memiliki daun hijau pucat, aroma khas, dan tumbuh di seluruh Amerika Serikat.
Daya tarik utamanya berasal dari nepetalactone, yaitu minyak esensial yang memicu respons perilaku pada sebagian kucing. Aroma zat ini dapat menstimulasi bagian otak yang berkaitan dengan suasana hati dan kebahagiaan.
Ada juga teori yang menyebut aroma catnip meniru feromon seks kucing. Itulah yang diduga membuat respons sebagian hewan terasa sangat intens.
Respons yang muncul tidak selalu sama
Efek catnip biasanya berlangsung sekitar 10 menit pada sebagian besar kucing. Setelah itu, kucing cenderung menjadi kurang peka untuk sementara sebelum bisa merespons lagi di kesempatan lain.
Bentuk reaksinya juga beragam. Ada kucing yang berguling-guling, menggosok wajah, mengeluarkan suara, melamun, atau sekadar berbaring santai.
Sebagian kucing justru lebih suka memakan catnip, terutama saat masih segar. Saat dimakan, efeknya cenderung lebih menenangkan dibandingkan reaksi heboh saat aromanya dihirup.
Tidak semua kucing menikmati catnip
Catnip tidak selalu menghasilkan perilaku yang tampak tenang atau lucu. Pada sebagian kucing, responsnya justru berupa hiperaktivitas atau bahkan agresi.
Itu sebabnya catnip lebih tepat dipahami sebagai pemicu perilaku, bukan mainan biasa. Genetik dan kepribadian kucing sama-sama memengaruhi bagaimana hewan itu merespons.
Kondisi ini menjelaskan mengapa satu kucing bisa sangat terpicu, sementara kucing lain sama sekali tidak peduli. Sensitivitas terhadap zat di dalam catnip pun tidak dimiliki semua kucing, dan sekitar 30 persen hingga 50 persen tidak menunjukkan reaksi sama sekali.
Seberapa aman dan bagaimana cara memberikannya
Catnip umumnya aman untuk kucing. Konsumsi berlebihan jarang terjadi, tetapi jumlah yang terlalu besar dapat memicu gangguan pencernaan ringan.
Sebagian besar kucing secara naluriah tahu kapan harus berhenti. Meski begitu, interaksi tetap sebaiknya diawasi agar reaksinya tidak berlebihan.
Penggunaannya juga dianjurkan hanya beberapa kali dalam seminggu. Catnip sebaiknya tidak diberikan kepada kucing yang agresif atau cemas karena reaksinya dapat bervariasi.
Bentuk catnip dan cara mengenalkannya
Bagi kucing yang belum pernah mencoba, porsi kecil lebih aman daripada langsung banyak. Catnip tersedia dalam beberapa bentuk, mulai dari herbal kering, bentuk segar, campuran dalam mainan dan makanan kunyah, hingga ekstrak minyak dan semprotan.
Mainan catnip, taburan di mainan atau tiang garukan, serta penempatan di area baru bisa membantu melihat respons kucing. Catnip juga bisa diletakkan di dalam kandang untuk membantu menenangkan kucing saat perjalanan mobil atau saat pergi ke dokter hewan.
Jika disimpan dalam bentuk kering, catnip sebaiknya ditempatkan dalam wadah kedap udara di dalam freezer agar tetap segar. Dengan penggunaan yang tepat, tanaman ini bisa membantu merangsang aktivitas sekaligus mengurangi stres, selama reaksi tiap kucing tetap diperhatikan.
Source: www.idntimes.com






